KPR Mikro Segera Diluncurkan

Kabar gembira bagi pekerja informal. Bank BTN menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah dengan pendapatan tidak tetap alias informal dalam waktu dekat ini. Bentuknya melalui program yang akan diluncurkan pada tanggal 24 Februari mendatang di Semarang Jawa Tengah, yaitu KPR Mikro. Hal ini karena masyoritas penduduk Indonesia, 60 persen adalah pekerja informal yang sulit mendapatkan akses ke perbankan untuk pemilikan rumah.

Skemanya adalah dengan mewajibkan pekerja informal untuk menabung selama 3 bulan untuk mengetahui rata-rata penghasilan mereka setiap bulannya. Berdasarkan itu akan memudahkan untuk menentukan berapa besaran cicilan yang terjangkau pada tiap masyarakat.

Tahap awal Bank BTN akan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) dan akan menyalurkan bantuannya kepada 100 anggota asosiasi. Saat ini menurut Direktur Konsumer bank BTN, pihaknya bekerja sama dengan Perum Perumnas melalui proyek perumahan di sejumlah daerah. “Tidak semua pekerja informal akan menjadi segmen sasaran tetapi hanya segmen tertentu yang dinilai bankable dan tergabung dalam segmen tersebut,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono mempertegas.

Pada tahun 2017 ditargetkan akan dilokasikan dana sebesar Rp150 miliar untuk 3 ribu rumah dengan nilai maksimal Rp 75 juta per debitur. Bunga KPR Mikro sebesar 7 -9 persen dengan pembayaran dilakukan berbasis komunitas baik mingguan maupun bulanan.