APPERNAS Dukung Program Satu Juta Rumah

Sejak tahun 2015 Pemerintahan Jokowi-JK menetapkan Program Satu Juta Rumah (PSR) sebagai salah satu program strategis Pemerintah yang diperuntukkan bagi Masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah pribadi, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada tahun 2018 Pemerintah berhasil mencapai target pembangunan satu juta rumah, sehingga tahun 2019 ini Pemerintah menaikkan target pembangunan rumah menjadi 1,25 juta unit.

Untuk mencapai target tersebut perlu adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah pusat dan seluruh stakeholder, baik Pemerintah Daerah, Perbankan, juga Pengembang yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengembang.

Dari 18 asosiasi pengembang yang diakui oleh Pemerintah salah satunya diantaranya adalah Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (APPERNAS Jaya) yang baru-baru ini telah mengukuhkan Pengurus barunya di Hotel Grand Sahid Jakarta pada Rabu, (7/8). Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa Kementerian terkait. Diantaranya seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutan tertulis Menteri Kesehatan yang disampaikan oleh Imran Agus Nurali selaku Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan meminta kepada seluruh pengembang perumahan agar memperhatikan aspek dan karakteristik rumah tinggal yang sehat, karena menurutnya untuk menuju masyarakat keluarga Indonesia yang sehat berawal dari pembangunan rumah yang sehat.

“Pengembang sebaiknya memperhatikan karakteristik rumah yang sehat, yaitu lantai tidak menimbulkan debu dan mudah dibersihkan, terdapat pencahayaan alami atau buatan yang cukup ke seluruh ruangan, ventilasi alami minimal 10% dari luas seluruh lantai, tersedia cukup air untuk minum dan MCK, tersedia jamban yang dilengkapi dengan septictank, tersedia tempat sampah yang bersih, kuat, tertutup dan terpisah berdasarkan jenis sampah, tersedia tempat cuci tangan atau westavel dekat dengan ruang makan atau ruang keluarga, serta tersedia dapur yang dilengkapi dengan keran air yang memadai untuk memasak dan mencuci perkakas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Supriyono selaku Kepala Pusat Pengembangan dan Pembedayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus baru APPERNAS Jaya dan berharap bagi guru yang belum memiliki rumah dan tempat tinggal kedepannya melalui kerjasama dengan APPERNAS dapat dipenuhi kebutuhan huniannya.

Adapun Kementerian PUPR melalui Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI), Eko D. Heripoerwanto, meminta kepada seluruh Pengembang Perumahan agar memperhatikan aturan teknis pembangunan perumahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Kepmen Kimpraswil No.403 Tahun 2002.

“Besar harapan agar APPERNAS Jaya dapat menunjukkan kinerja membangun rumah yang berkualitas, patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan dapat berperan aktif dalam mensukseskan program satu juta rumah,” ujar Eko.

Selanjutnya menanggapi isu tentang habisnya kuota subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan FLPP diawal semester kedua tahun ini, Eko menjelaskan bahwa secara keseluruhan kuota FLPP tahun ini masih tersedia pada Bank Pelaksana yang masih minim realisasi, yang direncanakan akan dialihkan kuotanya kepada bank yang sudah habis kuota, selain itu Kementerian PUPR juga telah mengajukan penambahan kuota FLPP kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Kementerian PUPR sudah mengajukan penambahan kuota FLPP kepada Kementerian Keuangan, mari kita tunggu hingga satu Minggu kemudian,” Ujarnya.

Menurutnya, aspek keberhasilan menciptakan suatu produk saat rumah yang telah jadi tidak mendapat komplai dari konsumen. “Kita lihat saja produk rumahnya, kalau produk rumahnya sudah dibangun tidak dikomplain YLKI dan Ombudsman, maka itu artinya asosiasi itu sudah membina dengan baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APPERNAS Jaya, Andriliwan Muhammad akan berusaha memimpin organisasi tersebut untuk membantu pemerintah, memajukan bangsa dengan menyediakan hunian yang nyaman untuk masyarakat. “kami APPERNAS Jaya akan berusaha membantu mensukseskan program-program pemerintah,” pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) selaku Lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab mengelola dan menyalurkan dana pembiayaan perumahan FLPP, Plt. Direktur Utama LPDPP, Monhilal didampingi oleh Direktur Layanan LPDPP, Agusny Gunawan dan juga Direktur Bank BTN, Budi Satria.