Bank Tanah Harus Serius Ditangani

Tanah sejauh ini masih menjadi isu yang hangat dibicarakan. Harganya semakin lama semakin melaju dan bahkan sebagian kalangan menilai sudah tidak wajar lagi. Tak ayal bank tanah memang harus segera dibentuk.

Ke depan pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional akan lebih fokus dalam pembentukan kelembagaan bank tanah untuk melindungi kenaikan harga tanah yang tidak wajar.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui Himawan Arief Sugoto, Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN bahwa saat ini pihaknya sedang mencari skema yang tepat. Bisa dalam bentuk badan layanan umum atau sejenisnya. Nantinya bank tanah ini akan memiliki tugas utama untuk mengendalikan harga tanah.

Rencananya bank tanah secara khusus akan mengurus persediaan lahan secara politis. Lembaga tersebut akan dilindungi secara hukum agar bersifat netral. Ini akan menjadi solusi dari spekulasi tanah yang selama ini sering terjadi. Hal ini akan mendukung menyukseskan program sejuta rumah.

Eddy Ganefo, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) harapan adanya bank tanah ini sudah disampaikan banyak kalangan sejak dulu. Menurutnya terbatasnya jumlah tersedianya lahan yang murah sekaligus memiliki aksesibilitas yang baik menjadi tantangan utama program sejuta rumah.

Sejauh ini, harga lahan sering diserahkan kepada mekanisme pasar sehingga peningkatan harga menjadi tidak terkendali. Jika dibiarkan maka hal ini membahayakan bagi program sejuta rumah sehingga perlu disiapkan mekanisme kendali harga lahan.