Banyak yang Tertarik PSR

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia mengungkapkan bahwa program sejuta rumah kini makin banyak diminati dan dilirik oleh negara-negara berkembang di dunia.

“Program sejuta rumah yang dilakukan Pemerintah Indonesia kini sudah menjadi role model pembangunan affordable housing di negara-negara berkembang tentunya dengan berbagai penyesuaian,” kata Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata kepada Bisnis, Senin (10/6).

Menurut Eman, sapaan Soelaeman, perwakilan negara yang telah berbincang langsung kepadanya dan berminat terhadap program sejuta rumah adalah India, Nigeria, dan beberapa lain.

Negara-negara berkembang tersebut, tertarik terhadap konsep pemerintah yang mana program rumah rakyat sebagai kewajiban pemerintah bisa melibatkan sektor swasta lebih banyak membangun rumah murah. “Artinya pemerintah membuat kebijakan bagaimana mengedepankan peran swasta dalam membangun rumah rakyat, mereka tertarik akan hal itu,” tuturnya.

REI sebagai garda terdepan swasta berkontribusi cukup signifikan dalam program sejuta rumah. Pada 2017, REI membangun 374.000 unit terdiri atas rumah bersubsidi 206.000 unit dan 168.000 rumah nonsubsidi.

Adapun, pada 2018, REI kembali membangun rumah sebanyak 389.000 unit, terdiri atas 214.000 rumah ber-subsidi dan 175.000 runah nonsubsidi.

Sementara itu, Eman mendapatkan Medali Kehormatan (Medal of Ho-nor) dari Federasi Real Estat Dunia (FIABCI) dan dikukuhkan sebagai anggota Dewan Direktur FIABCI Dunia pada FIABCI World Congress ke-70 yang berlangsung pada 27—31 Mei 2019 di Moskow, Rusia.

Presiden FIABCI Dunia Assen Makedonov mengatakan bahwa dalam 2 tahun terakhir, FIABCI Indonesia telah melakukan lompatan besar dan telah menjadi salah satu babak yang paling berpengaruh bagi FIABCI Dunia.

Hal ini dikarenakan banyak pro-gram kerja yang telah dilaksanakan oleh FIABCI Indonesia, baik di level nasional maupun internasional.

Assen juga menuturkan bahwa Soelaeman yang juga Presiden FIABCI Asia Pasifik turut berperan aktif dan mengampanyekan peran swasta dalam mendukung program Pemerintah Indonesia dalam forum internasional khususnya program sejuta rumah.