Dalam Sehari 1.946 Debitur Lakukan Akad Kredit KPR FLPP Secara Serentak melalui Bank BNI

Surabaya, 23 Maret 2019 – Direktur Utama PPDPP Budi Hartono bersama dengan Direktur Keuangan PPDPP, Arief Rahman Hakim hadir mendampingi Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR), Eko Heri D. Poerwanto pada acara Akad Kredit Massal KPR FLPP yang diselenggarakan oleh Bank BNI. Bertempat di Monumen Kapal Selam Surabaya, kegiatan ini diselenggarakan dengan mengundang pihak terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, hingga pengembang.

BNI menggelar akad kredit massal yang secara serentak diselenggarakan di 86 kota lainnya yang tersebar di Indonesia dengan total peserta mencapai 1.946 debitur. Hadir sebagai pihak penyelenggara, Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa  kegiatan ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan, setelah sebelumnya Pada tahun 2018, acara serupa diselenggarakan di Kota Banjarmasin “BNI hadir menginspirasi generasi muda untuk lebih berani memikirkan masa depannya mulai dari sekarang, dengan Produk BNI Griya maupun program KPR Sejahtera BNI-FLPP dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat”.

Eko Heri D. Poerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan PUPR dalam sambutannya mengapresiasikan kegiatan ini. “Sebagai mitra kerja kami, Bank BNI menjadi salah satu bank yang produktif dalam mendukung program pemerintah ini. Tercatat realisasi penyaluran KPR FLPP Bank BNI pada tahun 2018 mencapai 7.214 unit rumah” ujarnya.

Pada tanggal 21 Desember 2018 lalu, Bank BNI telah menandatangani perjanjian kerjasama operasional penyaluran KPR FLPP untuk tahun 2019 dengan nilai sebesar Rp. 758,8 milliar untuk 7.170 unit rumah. Sehingga Bank BNI termasuk pada urutan 3 bank besar yang memiliki target penyaluran FLPP tertinggi tahun 2019 ini.

Tahun 2018 pemerintah berhasil merealisasikan 1.132.621 unit rumah, 70% dari angka tersebut merupakan rumah yang dibangun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya, secara keseluruhan sejak dicanangkan oleh Presiden RI dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

Kemudian di tahun 2019 ini pemerintah menaikkan target program sejuta rumah menjadi sebesar 1,25 juta unit rumah. Nilai tersebut salah satunya terdiri dari bantuan pembiayaan rumah FLPP sebesar Rp. 7,1 triliun untuk 67.000 unit rumah. Per 22 Maret 2019, pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan telah merealisasikan Rp. 2,1 triliun untuk 22.452 unit rumah.