Kementeri PUPR Dorong Industrialisasi Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mencari solusi agar dapat menekan harga rumah demi memenuhi kebutuhan akan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya adalah dengan mendorong terciptanya industrialisasi perumahan.

Salah satunya adalah dengan rumah bersistem modular. Rumah dengan sistem modular ini adalah rumah yang dibangun dengan motede pelaksanaan pembangunan rumah dengan memanfaatkan material atau komponen pabrikasi yang dibuat di luar lokasi proyek atau didalam lokasi proyek yang nantinya akan disatukan.
Penggunaan sistem ini dipandang akan mampu mendorong tumbuhnya industrialisasi perumahan dan menekan harga rumah. “Kita berupaya agar rumah itu murah. Salah satunya adalah dengan industrialisasi perumahan. Untuk rumah bagi MBR tidak perlu adanya aspek arsitektur yang mendominasi tetapi cukup memenuhi standar rumah layak huni,”ujar Dirjen Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin.

Nantinya sistem dalam modular distandarisasikan sehingga bisa membuat rumah secara masif dan diharapkan harga per unitnya bisa berkurang. Rumah bersistem modular ini akan lebih cepat dan standarnya juga terukur. “Kita akan mendorong industrialisasi perumahan,”ungkap Syarif optimis pada saat konferensi pres Rabu (3/10). Saat ini sudah ada tujuh industri yang menawarkan sistem rumah modular ini kepada Kementerian PUPR.

Syarif berharap nantinya Balitbang PUPR akan menilai kelayakan industri ini dan ke depannya akan menghasilkan e-katalog. Sehingga standarnya jelas dan diharapkan e-katalog ini bisa berjalan tahun 2017.