Meet The Experts 2: “Menjadikan BPD Penyalur KPR Sejahtera FLPP Terbesar”

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) kembali mengadakan Meet The Experts kedua di kota Yogyakarta setelah sebelumnya mengadakan acara yang sama di wilayah Medan, pada hari Jumat (19/7) di Hotel Horison. Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Layanan, Agusny Gunawan, Direktur Sekuritisasi PT (Persero) SMF, Heliantopo, Pimpinan OJK untuk Wilayah Yogyakarta, Dinas Perumahan dan Permukiman untuk wilayah Banten, Jabar, Sulsel, Kalsel, Kalbar, Jatim dan Jateng. Serta tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim, BPD Jatim Syariah, BJB, BPD Kalsel, BPD Kalsel Syariah, BPD Kalbar dan BPD Sulselbar.

Selama ini peran BPD dalam menyalurkan dana KPR Sejahtera FLPP periode 2010 – 2018 masih rendah jika dibandingkan dengan Bank Umum Nasional lainnya. Untuk periode 2010 – 2018 peran BPD hanya 5,56% jika dibandingkan dengan Bank Umum Nasional yang menguasai hingga 94,44%. Penyalur KPR Sejahtera tertinggi dipegang oleh Bank Papua hingga akhir Mei 2019 sebanyak 8.360 unit dengan porsi 1,38% sisanya dipegang oleh BPD lainnya.

Direktur Layanan PPDPP, Agusny Gunawan dalam sambutannya menyampaikan BPD harus menjadi tuan rumah di daerahnya masing-masing. Bersinergi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman guna menghasilkan kinerja yang optimal. “Kami menargetkan tahun 2020 BPD mampu menyalurkan 30% dari total dana penyaluran FLPP yang ada,” ujarnya optimis.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekuritsasi PT (Persero) SMF, Heliantopo  menyampaikan hingga saat ini bank pelaksana yang memanfaatkan dana PT (Persero) SMF dalam menyalurkan dana FLPP masih sedikit. Dari 39 Bank Pelaksana penyalur KPR Sejahtera FLPP tahun 2019 yang mengunakan dana PT (Persero) SMF hanya 15 Bank (terdiri dari 12 BPD dan 3 Bank Umum Nasional). “Mari BPD lebih semangat dalam menyalurkan dana FLPP,” ajaknya.

Sementara itu, Pimpinan OJK untuk wilayah Yogyakarta, Untung Nugroho memaparkan tentang Peran OJK Dalam Mendukung Program Sejuta Rumah. Menurut Untung BPD memang merupakan bank yang unik. Harus dilihat satu per satu karena masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. “Secara umum kinerja BPD per Mei 2019 masih terjaga dimana permodalan masih solid. Kesiapan organisasi, pengalaman dan manajemen serta pengembangan TI turut mempengaruhi dalam menyalurkan KPR,” ujar Nugroho menjelaskan.

Ke depan masih terbuka lebar kesempatan baik BPD untuk menjadi tuan rumah di daerahnya masing-masing.