Pameran Perumahan Rakyat dan Festival Kuliner “Mewujudkan Perumahan Rakyat Berbasis Komunitas”, Sertakan 21 Pengembang Perumahan Bersubsidi

Dalam rangka meramaikan Hari Perumahan Nasional Tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Pameran Perumahan Rakyat dan Festival Kuliner dengan tema Mewujudkan Perumahan Rakyat Berbasis Komunitas yang dilaksanakan selama 2 hari, sejak tanggal 27 hingga 28 Agustus 2019 dengan tema Mewujudkan Perumahan Rakyat Berbasis Komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Sapta Taruna Kementerian PUPR ini mengikutsertakan 21 pengembang perumahan didampingi 7 bank pelaksana penyalur Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan  (KPR Sejahtera FLPP), yaitu: Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI Syariah, dan Bank BJB.

Selain pameran perumahan, Kementerian PUPR juga menggelar talkshow dengan tema Mewujudkan Rumah Impian yang menghadirkan seluruh pemangku kepentingan penyalur KPR Bersubsidi, diantaranya : Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR; Direktorat  Pembiayaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan; Lembaga Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP); Bank BTN; dan Ketua DPP Real Estate Indonesia. Selain itu dalam talkshow tersebut juga menghadirkan sesi pengenalan Bank Pelaksana dan Pengembang perumahan, sehingga para pengunjung dapat mengenal lebih dekat terhadap produk-produk yang ditawarkan dalam pameran tersebut.

Tujuan pelaksanaan kegiatan pameran dan talkshow ini adalah untuk lebih mengenalkan KPR bersubsidi untuk kalangan internal Kementerian PUPR. Dari data penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang dimiliki oleh LPDPP, golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki prosentase yang terbilang cukup rendah sebagai penerima KPR FLPP. Total penerima KPR FLPP sejak tahun 2010 hingga 20 Agustus 2019 pada PNS hanya mencapai 12%, sedangkan penerima tertinggi terdapat pada golongan Swasta 73%, selebihnya adalah golonga TNI/Polri, Wiraswasta, dan lainnya.

Pemerintah melalui KPR Sejahtera FLPP memberikan beberapa fitur dan kemudahan, seperti : Suku bunga rendah, uang muka ringan, jangka waktu angsuran panjang hingga 20 tahun, angsuran terjangkau, bebas premi asuransi dan PPN. Untuk mengajukan KPR Sejahtera FLPP, calon debitur cukup mengajukan beberapa syarat dan ketentuan diantaranya : 1) Penghasilan maksimal Rp. 7 juta untuk rumah susun dan penghasilan maksimal Rp. 4 juta untuk rumah tapak; 2) Tidak atau belum memiliki rumah; 3) Belum pernah menerima subsidi perumahan dalam bentuk apapun ; 4) Memiliki e-KTP, NPWP, dan atau SPT. Setelah melakukan akad kredit Rumah Sejahtera FLPP dengan Bank Pelaksana, maka debitur wajib menghuni rumah tersebut dan tidak boleh dipindahtangankan dalam jangka waktu 5 tahun.

Bagi yang belum memiliki rumah dan ingin mendapatkan bantuan subsidi perumahan, jangan lewatkan kesempatan ini. Mari hadiri dan ramaikan, siapa tahu rumah impian anda berasal dari pameran ini,