Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan - Menyalurkan dan Mengelola Dana Pembiayaan Perumahan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah - Mewujudkan Impian Memiliki Rumah Dengan Bantuan KPR FLPP Dari Pemerintah Melalui Bank Pelaksana - Suku Bunga 5% Fixed Selama Jangka Waktu Kredit - Jangka Waktu Maksimum 20 Tahun - Bebas PPN dan Bebas Premi Asuransi    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 20 Tahun 2014 Pasal 17 Ayat 2: Jika pemilik tidak menempati rumah sejahtera tapak atau satuan rumah sejahtera susun secara terus-menerus dalam waktu 1 (satu) tahun, dapat dilakukan pemberhentian fasilitas KPR Sejahtera dan pemilik wajib mengembalikan kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan yang telah diperoleh    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2014 Pasal 8 Ayat 2: Dalam hal MBR memberikan pernyataan yang diketahui kemudian tidak benar dan/atau tidak dilaksanakan maka bank pelaksana wajib menghentikan fasilitas KPR Sejahtera    ●    ●    Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2014 Pasal 9 Ayat 3: Fisik bangunan rumah dan PSU telah siap dihuni, berfungsi dan sekurang-kurangnya harus dilengkapi dengan: - Atap, lantai dan dinding yang memenuhi persyaratan teknis keselamatan, keamanan dan kehandalan bangunan - Terdapat jaringan distribusi air bersih perpipaan dari PDAM atau sumber air bersih lainnya - Utilitas jaringan listrik yang berfungsi - Jalan lingkungan yang telah selesai dan berfungsi - Saluran/drainase lingkungan yang telah selesai dan berfungsi

Pameran Rumah Rakyat 2016, Jakarta Ditutup. Target Pengunjung Seribu per Hari Tercapai

Pameran Rumah Rakyat 2016 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di kota terakhir yang diselenggarakan di Jakarta telah ditutup Minggu (13/11) sore oleh Ibu Anita Firmanti selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pameran perumahan dari berbagai pengembang yang menjual rumah dengan kredit pemilikan rumah melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) ini ramai dikunjungi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut laporan dari Direktur Umum dan Hukum PPDPP, Maharani, pameran ini dikunjungi 5.200 orang dengan rata-rata pengunjung 1.000 orang per hari. Selama lima hari pameran terjadi transaksi sebanyak Rp42 miliar.

Sebelumnya pameran yang sama yang dilaksanakan di Kota Jambi dikunjungi sebanyak 2.324 orang, dengan total transaksi mencapai Rp. 10,7 Miliar untuk 97 unit rumah sejahtera. Kabupaten Banyuwangi jumlah pengunjung mencapai 12.581 orang, dengan total transaksi senilai Rp. 53,5 Miliar untuk 584 unit rumah sejahtera. Kota Kendari jumlah pengunjung sebanyak 1.925 orang, terdapat transaksi senilai Rp. 41,9 Miliar untuk 401 unit rumah sejahtera.

Sekjen Anita dalam sambutan penutupannya menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat atas rumah yang layak huni dan terjangkau masih belum optimal. Masih banyak keluarga Indonesia yang belum mempunyai rumah dan itu merupakan tanggung jawab semua pihak. Pemerintah berupaya mendorong percepatan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dengan mencanangkan program satu juta rumah April 2015 lalu. Selain itu untuk mendukung program ini telah diterbitkan UU No 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat yang bertujuan untuk menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan. Di sisi lain, pemerintah juga telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi XIII untuk memangkas perizinan menjadi hanya maksimal 44 hari.

Untuk mensosialisasikan program ini maka PPDPP sebagai pengelola dana FLPP pada tahun 2016 menyelenggarakan pameran di 4 kota dan ditutup di Jakarta. Sebelumnya diadakan di Jambi, Banyuwangi dan Kendari dan mendapat dukungan dan respon yang baik dari masyarakat. “Saya berharap tujuan penyelenggaraan pameran ini untuk mensosialisasikan, menyebarluaskan informasi tentang program KPR FLPP tercapai,”ujarnya menutup.

Penutupan pameran ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas PPDPP, Lana Winayanti, Direktur Layanan PPDPP dan pejabat dari lingkungan Kementerian PUPR dan perbankan serta pengembang lainnya.