Pegawai PPDPP Ikuti Pelatihan Standar Internasional ISO 9001: 2015

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melalui Divisi SDM unit kerja di lingkungan Direktur Umum dan Hukum kembali mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai pada hari Selasa (11/4) di Hotel Veranda. Pelatihan ini sebagai bentuk keseriusan untuk bisa menerapkan sistem manajemen mutu di lingkungan PPDPP. Hadir membuka acara pelatihan ini, Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono yang didampingi oleh Direktur Umum dan Hukum, Maharani, Konsultan Cognoscenti Consulting Group, Syahroni.

Dalam arahan pembukaannya, BUdi Hartono menyampaikan bahwa PPDPP mengemban amanah mulia dan berat. Setiap tahun diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk bisa mengelola dan menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun 2017, PPDPP diberi amanah untuk menyalurkan dana sebesar Rp 9,7 triliun untuk 120 ribu unit rumah. “Diharapkan PPDPP bisa mengemban amanah sesuai dengan tujuannya untuk MBR dan caranya sesuai dengan tugas masing-masin. Untuk itu dituntut orang-orang yang kompeten di bidangnya masing-masingg,” ujar BUdi HArtono.

PPDPP saat ini sedang mempersiapkan manajemen mutu untuk database dan teknologi informasi di unit kerja Direktur Operasi serta manajemen mutu untuk sistem perekrutan pegawai di lingingan PPDPP serta peliputan dan penerbitan BUletin Griya Sejahtera di unit kerja Direktur Umum dan Hukum.

Dalam pelatihan sehari itu, Konsultan dari Cognoscenti Consulting Group, Syahroni memaparkan bagaimana persyaratan untuk bisa mendapatan standar internasional ISO 9001 : 2015. Menurutnya penerapan sistem manajemen mutu ini merupakan keputusan startegis bagi suatu organisasi yang dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan dan menyediakan dasar yang kuat untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan.

Standar internasional ini menurut Syahroni, mempergunakan pendekatan proses yang menggabungkan siklus Plan, Do, Check – Act (PDCA) dan pemikiran berbasis risiko. Pendekatan proses menggerakkan sebuah organisasi untuk merencanakan proses – proses dan interaksinya. Sementara siklus PDAC menggerakkan sebuah organisasi untuk memastikan bahwa proses-proses mendapat sumberdaya dan pengelolaan secara sesuai dan peluang untuk peningkatan dapat ditentukan dan dilakukan.