Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan - Menyalurkan dan Mengelola Dana Pembiayaan Perumahan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah - Mewujudkan Impian Memiliki Rumah Dengan Bantuan KPR FLPP Dari Pemerintah Melalui Bank Pelaksana - Suku Bunga 5% Fixed Selama Jangka Waktu Kredit - Jangka Waktu Maksimum 20 Tahun - Bebas PPN dan Bebas Premi Asuransi    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 20 Tahun 2014 Pasal 17 Ayat 2: Jika pemilik tidak menempati rumah sejahtera tapak atau satuan rumah sejahtera susun secara terus-menerus dalam waktu 1 (satu) tahun, dapat dilakukan pemberhentian fasilitas KPR Sejahtera dan pemilik wajib mengembalikan kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan yang telah diperoleh    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2014 Pasal 8 Ayat 2: Dalam hal MBR memberikan pernyataan yang diketahui kemudian tidak benar dan/atau tidak dilaksanakan maka bank pelaksana wajib menghentikan fasilitas KPR Sejahtera    ●    Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2014 Pasal 9 Ayat 3: Fisik bangunan rumah dan PSU telah siap dihuni, berfungsi dan sekurang-kurangnya harus dilengkapi dengan: - Atap, lantai dan dinding yang memenuhi persyaratan teknis keselamatan, keamanan dan kehandalan bangunan - Terdapat jaringan distribusi air bersih perpipaan dari PDAM atau sumber air bersih lainnya - Utilitas jaringan listrik yang berfungsi - Jalan lingkungan yang telah selesai dan berfungsi - Saluran/drainase lingkungan yang telah selesai dan berfungsi    ●    Layangkan pengaduan anda terkait perumahan bersubsidi melalui Hotline: 0-800-10-7737

Pembangunan Perumahan Harus Menjaga Kelestarian Lingkungan

Jakarta – Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti,mengatakan pembangunan perumahan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan. hal ini dikatakan pada saat menghadiri acara launching Gerakan Jaga Bhumi (GJB) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) di Ciganjur, Jakarta Selatan (24/5). Pembangunan perumahan memerlukan lahan yang harus digunakan secara efisien. Jangan sampai lahan untuk pembangunan perumahan diadakan dengan cara mengalihkan fungsi lahan pertanian atau hutan. Selain itu pembangunan perumahan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau publik.

Di sisi lain, menjaga bumi dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan menerapkan 3R, yaitu Reduce (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, Reuse (menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun lainnya), dan Recycle (mengolah kembali /daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat), serta memelihara pohon dan tanaman di lingkungan sekitar kita, ujar Lana Winayanti yang hadir bersama dengan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Baby S. Dipokusumo.

Acara yang bertemakan Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia ini diprakarsai oleh Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum YKRI dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan Soni Keraf. Dalam kesempatan tersebut, Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga bumi nusantara lewat gerakan bernama Jaga Bhumi.

“Kelestarian lingkungan menjadi harga mati bagi keberlangsungan hidup umat manusia di seluruh dunia” ujar Presiden kelima RI tersebut.Jaga Bhumi merupakan gerakan yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan alam Indonesia. Di tahun ini, Gerakan Jaga Bhumi difokuskan untuk melakukan edukasi dalam rangka menumbuhkan kepedulian akan pentingnya peran tumbuhan dalam kehidupan dan mengenalkan kebun raya sebagai sarana yang ideal untuk penyelamatan plasma nutfah Indonesia dan perkembangan citra kebun raya di Indonesia. Plasma nuftah adalah substansi pembawa sifat keturunan yang dapat berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan atau hewan serta mikro-organisme yang biasanya merupakan bibit unggul. Selain itu, plasma nutfah merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.

Sebagai informasi, YKRI adalah sebuah yayasan yang diperuntukkan bagi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya “Eka Karya” Bali, untuk mendukung pelestarian keanekaragaman tumbuhan tropis Indonesia, khususnya spesies tumbuh-tumbuhan yang dikategorikan langka.

Salah satu tujuan utama digelarnya Gerakan Jaga Bhumi ini adalah membangun pencitraan baru atas Kebun Raya yang ada di Indonesia serta menambah jumlah kebun raya di Indonesia. Di tahun 2017 ini, Gerakan Jaga Bhumi akan memberikan penekanan aksi terhadap edukasi dalam rangka menanamkan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap konservasi tumbuhan dan mengenalkan Kebun Raya sebagai sarana yang sangat tepat untuk penyelamatan plasma nutfah Indonesia. (AS)