PPDPP Gelar Sosialisasi Program KPR Sejahtera di Kantor Pusat Sriwijaya Air

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bersama dengan Bank BNI kembali lakukan sosialisasi program KPR FLPP di Kantor Pusat Sriwijaya Air yang beralamat di  jalan Atang Sanjaya, Kota Tangerang, pada hari Rabu (31/7). Kali ini sasaran utama kegiatan sosialisasi ini adalah karyawan dan pegawai maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Dalam upaya mensukseskan Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu rencana strategis Pemerintah, PPDPP melalui Divisi Pemasaran hingga akhir Juli ini telah melakukan sosialisasi dan pameran sebanyak 6 kali yang dilakukan di berbagai kota di seluruh Indonesia, dalam hal ini termasuk kegiatan pameran yang sedang berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.

Kegiatan sosialisasi kali ini diikuti oleh lebih dari 50 karyawan dan pegawai dari Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air. Adapun narasumber yang menyampaikan Program KPR FLPP ini adalah Kepala Divisi Pemasaran PPDPP, Alfian  Arif dan Manager Business Corporate Sales Divisi Penjualan Konsumer Bank BNI Jakarta, Desi Anggraeni.

Dalam pemaparannya, Arif menyampaikan pentingnya mengetahui setiap tahapan peroses pengajuan, persyaratan dan cara mendapatkan rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP melalui Bank Pelaksana yang telah bekerjasama dengan PPDPP melalui Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) yang selalu dimutakhirkan pada setiap tahunnya. “Rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP adalah Program milik Pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan segala fasilitasnya yang meringankan MBR dan peroses pencairannya disalurkan melalui Bank Pelaksana baik itu Bank Umum Nasional  seperti Bank BNI atau Bank Pembangunan Daerah lainnya,” Ujarnya di sela pemaparannya di Kota Tangerang (31/7).

Untuk mempercepat penyerapan rumah subsidi bagi MBR dan untuk menekan angka backlog kepemilikan perumahan, Pemerintah terus berupaya mendorong dan mendukung seluruh stake holder  untuk membangun dan menyediakan perumahan berbasis komunitas. Seperti Perumahan yang dibangun untuk Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada awal tahun 2019 di Garut. Peserta dalam sosialisasi cukup antusias menanggapi sosisalisasi yang disampaikan oleh PPDPP, seperti Dedi, salah satu Pegawai Sriwijaya Air, “Apakah bisa mengajukan perumahan yang dikhususkan bagi pegawai dan karyawan Sriwijaya Air di daerah Sepatan, sehingga dekat dengan tempat kerja melalui Program KPR Sejahter FLPP?”.  Marketing Konsumer Bank BNI, Desi, menjawabnya bisa, selama lahan atau tanah yang akan dibangun sudah ada baik yang disediakan dari pihak Pengembang atau Perusahaan yang akan mengakomodir pegawainya.

Berdasarkan peraturan Pemerintah tentang harga rumah subsidi yang telah ditentukan, maka pihak Bank atau Pengembang tidak boleh menjual rumah KPR Sejahtera FLPP melebihi harga yang telah ditentukan dengan alas an apapun, karena sebenarnya rumah subsidi KPR FLPP yang siap dipasarkan adalah rumah yang laik huni dan sehat. “Penting untuk diketahui, jika ada pengembang yang menawarkan peningkatan mutu rumah subsidi dengan syarat menambahkan sejumah uang harap segera melapor melalui Hotline PPDPP agar segera kami tindak. Karena pengembang ini telah menyalahi aturan,” Arif mengingatkan sebelum menutup paparannya.