Presiden Jokowi Akan Dorong Terus Pembangunan Perumahan Bagi Pekerja dan MBR

Tangerang Selatan – Presiden RI Joko Widodo melakukan groundbreaking dimulainya pembangunan sebanyak 6.000 unit rumah susun sederhana milik (Rusunami) bagi pekerja di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/4). Peresmian pembangunan Rusunami tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dakhiri, dan Komisaris Utama PT. PP Andi Gani Nena Wea.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan Rusunami Tipe 30 dijual seharga Rp 293 juta per unit dengan besaran uang muka sebesar 1 persen atau sekitar Rp 2,9 juta dan cicilan per bulan sebesar Rp 1,2 juta selama 20 tahun. “Jangan sampai para pembeli di luar pekerja. Kalau Rusunami ini habis akan kita dorong terus untuk dibangun lagi (di tempat lain) untuk para pekerja/buruh kita. Ini merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi para pekerja dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan perumahan yang terjangkau dan layak huni,” jelasnya.

Pemerintah terus membangun rumah-rumah dengan harga yang terjangkau bagi MBR dan para pekerja baik yang dilakukan oleh Kementerian PUPR maupun pengembang, ditambah bantuan pembiayaan pemerintah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP) Kementerian PUPR, sehingga MBR dapat memperoleh KPR Subsidi.

Dengan adanya pembangunan Rusunami ini, menurut Presiden sangat bagus untuk perkembangan penghuninya, khususnya anak-anak karena didukung dengan fasilitas sosial, fasilitas umum dan tata ruang yang baik pula.

Pembangunan Rusunami tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Program Satu Juta Rumah serta dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2017. PT. PP melalui PP Urban berupaya untuk mengatasi backlog perumahan yang terjadi di Indonesia. Pembangunan Rusunami ini diberi nama kawasan PP Urban Town Serpong yang di Khusus kan bagi para pekerja di daerah Serpong

Rusunami yang dibangun di atas lahan 8,5 hektar yang terdiri dari 11 menara tersebut memiliki konsep mix use development yang dilengkapi perkantoran dan pusat perbelanjaan. Dari 11 menara, sebanyak 9 menara diantaranya khusus untuk pekerja dan MBR yang dapat menampung populasi sekitar 18.000 jiwa. Luas unit nya adalah 30 m2 yang terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, ruang keluarga, dapur dengan harga 8,4 juta per meter persegi atau sekitar 293 juta per unit.

“Saya akan dorong terus Kementerian PUPR dan BUMN, didukung oleh BPJS dan BTN untuk membangun rumah murah dan terjangkau, tetapi harus dijamin laku,” lanjut Presiden Jokowi.

Sementara itu Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan Kementerian PUPR terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai instansi/lembaga, swasta dan BUMN, untuk menghadirkan tempat tinggal yang terjangkau, dan layak huni terutama bagi MBR.

Menurutnya, antara hunian untuk MBR dan non MBR memang berbeda seperti luasannya, fasilitas dan materialnya. “Hal tersebut membuat harganya juga berbeda” tuturnya.

Selain itu, tambahnya untuk kredit kepemilikan rumah Non MBR mengikuti bunga pasar sementara bagi MBR, Kementerian PUPR memberikan subsidi bunga melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

PP Urban Town Serpong dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial seperti penitipan anak bagi para pekerja, play group, ruang publik serta fasilitas penunjang keseharian lainnya. Rusunami Urban Town Serpong ini merupakan hunian strategis karena hanya berjarak 1,5 kilometer dari pintu tol gerbang Bumi Serpong Damai dan 2,5 kilometer dari Stasiun Kereta Api Sudimara.

Untuk penjualannya akan bekerjasama dengan BPJN ketenagakerjaan dan beberapa bank pemerintah. Pembiayaan bagi pengadaan pembiayaan perumahan ditunjang dari dana JHT BPJS ketenagakerjaan untuk bantuan uang muka sedangkan untuk proses kredit dapat dilakukan melalui BTN.(iwn)

Biro Komunikasi Publik