Presiden RI Resmikan Rumah FLPP Bagi Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut

Garut, 19 Januari 2019 – PPDPP melalui Direktur Layanan PPDPP, Bimo Adi Nursanthyasto bersama dengan jajaran eselonering Kementerian PUPR lainnya turut menghadiri seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah FLPP oleh Presiden RI. Tiba di lokasi, di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Presiden RI, Joko Widodo bersama dengan jajarannya meresmikan pembangunan rumah FLPP. Pembangunan rumah dengan skema pembiayaan FLPP yang dikelola oleh PPDPP ini melibatkan Bank BTN sebagai mitra bank penyalur FLPP. Rumah FLPP yang akan dibangun ini ditujukan bagi Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG).

Dalam sambutannya, Joko Widodo menyampaikan bahwa kawasan tersebut nantinya akan dibangun 500 unit rumah, dan dalam tahap pertama dibangun sebanyak 150 unit rumah. Melalui skema FLPP, maka debitur yang merupakan para anggota PPRG tersebut hanya melakukan cicilan sebesar Rp. 800 ribu tiap bulannya dalam jangka waktu 20 tahun.

Dalam acara tersebut, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid juga menyampaikan bahwa tahun 2018 Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah berhasil melampaui capaian Program Sejuta Rumah, yaitu 1.132.621 unit rumah. Jumlah tersebut diantaranya 70 % merupakan rumah yang dibangun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30% merupakan rumah non-MBR.

Selain menerima fasilitas FLPP, debitur nantinya juga menerima Subsidi Bantuan Uang Muka sebesar Rp. 4 juta dan bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dari pemerintah berupa jalan lingkungan, sistem penyediaan air bersih, tempat pembuangan sampah, serta taman dan ruang terbuka hijau.

Tahun 2019 ini pemerintah melalui Kementerian PUPR menaikkan target Program Sejuta Rumah, dengan rincian bantuan pembangunan fisik Rp 7,57 triliun, berupa 6.873 unit rumah senilai Rp. 2,62 triliun, 2.130 unit rumah swadaya senilai Rp. 4,28 triliun, dan 206.500 bantuan PSU rumah umum senilai Rp. 123,8 miliar.

Sedangkan Bantuan pembiayaan rumah sebesar Rp. 10,046 triliun untuk 419.858 unit rumah yang bersumber dari APBN, yang terdiri dari 68.858 unit rumah senilai Rp 5,2 triliun untuk FLPP, 100.000 unit rumah senilai Rp. 3,45 triliun untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan 14.000 unit rumah senilai Rp. 448 miliar untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).