PSR Jadi Role Model Dunia

Program Sejuta Rumah (PSR) dijadikan panutan (role model) pembangunan hunian terjangkau dan layak huni (affordable housing) para anggota Federasi Real Estat Dunia (FIABCI).

Di sisi lain, Soelaeman ‘Eman’ Soemawinata, ketua umum Real-estat Indonesia (REI) mendapat Medali Kehormatan (Medal of Honor) dari FIABCI atas komitmen mendorong perkembangan industri real estat di Asia Pasifik, khususnya di negara berkembang.

“Program Sejuta Rumah yang dilakukan Pemerintah Indonesia kini sudah menjadi role model pembangunan affordable housing di negara-negara berkembang tentunya dengan berbagai penyesuaian,” kata Eman yang juga menjabat Presiden FIABCI Asia Pasifik, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (10/6).

PSR merupakan program yang digulirkan pemerintah pada 2015. REI mengklaim sebagai garda terdepan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang juga diemban PSR.

Tahun 2017, REI berkontribusi cukup signifikan dalam PSR, dengan membangun 374.000 unit rumah terdiri atas rumah subsidi 206.000 unit dan 168.000 rumah nonsubsidi. Sedangkan tahun 2018, REI kembali membangun rumah sebanyak 389.000 unit, terdiri atas 214.000 rumah subsidi, dan 175.000 rumah nonsubsidi. Artinya setiap tahunnya, REI di bawah kepemimpinan Eman menyumbang hampir 40% dari PSR.

Eman dianggap aktif memperjuangkan dan mengkampanyekan peran swasta dalam mendukung program pemerintah, salah satunya melalui ajang kelas dunia, FIABCI.

Sejak Kongres FIABCI Dunia ke-68 di Andora 2017, dan Kongres FIABCI ke-69 di Dubai 2018, Eman selalu memperkenalkan konsep pengembangan real estat dan perumahan di Indonesia, termasuk bagaimana pengembangan kota-kota baru yang dimotori oleh swasta khususnya anggota REI.

Menurut Eman, dengan bergabung dengan organisasi dunia sebesar FIABCI, pengembang nasional dapat membangun jaringan kuat di dunia, baik informasi terbaru konsep pengembangan real estat dunia, maupun membangun jaringan investasi dengan organisasi-organisasi dunia, serta para investor dunia yang sudah berpengalaman dalam pengembangan industri real estat.

Loncatan Besar

Sementara itu, Presiden FIABCI Dunia, Assen Makedonov mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir FIABCI Indonesia telah melakukan lompatan besar dan telah menjadi salah satu chapter yang paling berpengaruh di FIABCI Dunia. Hal ini dikarenakan banyak program kerja yang sudah dilaksanakan oleh FIABCI Indonesia, baik di level nasional maupun internasional.

Di level internasional Indonesia telah berhasil menyelenggarakan ajang penting FIABCI December Businesss Meeting pada 6-11 Desember 2018 di Bali, yang dihadiri 400 delegasi dari 49 negara asing dan 1.600 delegasi Indonesia. December Business Meeting Bali merupakan event terbesar yang diselenggarakan sepanjang sejarah FIABCI, dan untuk pertama kalinya diadakan di luar Benua Eropa setelah 36 tahun diselenggarakan.

Oleh karena itu, kata Assen, tidak heran bila Eman dipilih kembali menjadi President FIABCI Regional Asia Pasifik untuk kedua kalinya (2019-2020), setelah sebelumnya terpilih pada Desember Business Meeting Athena, Yunani pada Desember 2017, untuk posisi yang sama masa bakti 2018-2019.

Selain kembali menduduki posisi President FIABCI Regional Asia Pasifik, tahun ini Eman juga dipilih sebagai anggota Dewan Direksi (Board of Director Member) FIABCI Dunia yang beranggotakan 21 orang terbaik dari seluruh dunia di bidang realestat.

“Mr. Soelaeman telah membuktikan bahwa konsistensi, kerja keras dan kebersamaan yang dilakukannya telah memberikan dampak positif dalam perkembangan organisasi dan bisnis real estat di Indonesia dan Asia Pasifik,” kata Assen.

FIABCI adalah organisasi real estat terkemuka di dunia. Didirikan tahun 1951, berkedudukan di Paris, dan saat ini beranggotakan berbagai organisasi realestat dari 72 negara. FIABCI adalah satu-satunya organisasi real eastat yang berafiliasi dengan PBB (UN Habitat), ECOSOC dan Bank Dunia. Selain itu, menjadi bagian dari penyelenggara event terkemuka dunia seperti World Urban Forum (UN Habitat) dan Konferensi Real Estate Dunia MIPIM yang diselenggarakan di Cannes Perancis setiap tahunnya.

Eman menyebutkan, dengan didapatnya Medal of Honor ini, menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu tolak  ukur dalam pengembangan real estat, perumahan dan pengembangan kota baru di dunia. Bahkan, dalam General Assembly pada 31 Mei 2019, Jakarta ditunjuk sebagai penyelenggara Asia Pacific Real Estate Congress yang rencananya akan berlangsung tanggal 13-15 September 2019 dengan mengusung tema “Smart, Green and Beautiful Cities”.

Agenda General Assembly lainnya adalah pelantikan World Presiden baru FIABCI Dunia Walid Moussa asal Lebanon dengan masa bakti 2019-2020.

Penghargaan Pengembang

Eman menjelaskan, dalam The 70th World Congress FIABCI di Moskow, sejumlah prestasi membanggakan juga ditorehkan pengembang nasional anggota REI/FIABCI Indonesia. Delegasi Indonesia yang berjumlah 26 orang dipimpin oleh Eman dan dihadiri juga oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, M Wahid Supriyadi.

Pada gelaran ini Indonesia mendapatkan penghargaan Prix D’Excellence Award yang merupakan penghargaan tertinggi untuk karya-karya terbaik dalam pembangunan real estat di dunia. Delegasi Indonesia mendapatkan penghargaan 1 Gold Winner dan 5 Silver Winner yang terdiri atas Gold Winner – Hotel Category Four Seasons – Jakarta dan Silver Winner – Affordable Housing Category; Citra Maja Raya (Cipu-tra). Lalu, Silver Winner untuk Masterplan Category: Ciputra Hanoi International City (Ciputra), Metropolitan Mall Cileungsi Indonesia (Metropolitan Land), Office Category: Green Office Park 9 (Bumi Serpong Damai), dan Sustainable Development Category: Green Office Park 9 (Bumi Serpong Damai).