PUPR Perkuat Anggaran Pembiayaan Rumah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp10,04 triliun untuk pembiayaan perumahan pada tahun 2019, setara untuk pembiayaan 419.858 unit. “Anggaran tersebut bersumber dari APBN,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (13/1).

Khalawi merinci, anggaran tersebut nantinya ada yag digunakan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp5,2 triliun untuk 68.858 rumah. Selanjutnya, Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp3,45 triliun untuk 100.000 unit rumah. Kemudian Selisih Bantuan Uang Muka Rp948 Miliar untuk 237.000 unit rumah, dan yang terakhir untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) senilai Rp448 miliar (14.000 unit).

Sementara itu, untuk bantuan pembangunan fisik penyediaan perumahan dianggarkan senilai Rp7,57 Triliun untuk 215.503 rumah. Rincian pembangunan rumah tesebut diantaranya 6.873 unit senilai Rp2,62 triliun, dan 2.130 unit rumah khusus dengan nilai Rp551,25 miliar. Lalu, 206.500 unit rumah swadaya senilai Rp4,28 triliun, dan bantuan PSU 13.000 rumah umum dengan total anggaran Rp123,8 miliar.

Menurut Khalawi, seluruh anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Program Sejuta Rumah tahun 2019. Kementerian PUPR mengaku tetap melaksanakan PSR sesuai tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan.

“Kami menargetkan pembangunan satu juta rumah per tahun dalam Program Satu Juta Rumah. Tapi kami harap capaian (tahun 2019) dapat lebih tinggi dari capaian tahun 2018 yakni 1.132.621 unit,” ujar Khalawi yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan PUPR.

Realisasi pembangunan Program Sejuta Rumah trendnya meningkat dari tahun ke tahun sejak dicanangkan pada 2015 lalu. Tahun 2015, tercapai 699.770 unit dan tahun 2016 sebanyak 805.169 unit. Lalu, tahun 2017 sebanyak 904.758 unit, sedangkan tahun 2018 sebanyak 1.132.621 unit. Proporsi pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah mencakup 70% untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya sebanyak 30% untuk nonMBR.