PUPR Targetkan 1,25 Juta Rumah untuk Tahun 2019

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan rumah tahun 2019 bisa mencapai angka 1,25 juta unit. Untuk itu, PUPR berharap dukungan dari semua pihak khususnya pemangku kepentingan bidang perumahan baik pengembang, pemerintah daerah, perbankan, sektor swasta, dan masyarakat melalui berbagai komunitas untuk ikut mensukseskan program strategis nasional tersebut.

“Target pembangunan rumah untuk masyarakat pada 2019 ini kami tingkatkan dari sebelumnya satu juta unit menjadi 1,25 juta unit,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid. Menurut Khalawi, pihaknya akan terus mendorong penyediaan rumah layak huni melalui Program Sejuta Rumah. Pasalnya, saat ini kebutuhan rumah masyarakat akan terus meningkat setiap tahunnya. Khalawi menambahkan, pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam menjalankan Program Satu Juta Rumah di lapangan. Hal itu dikarenakan pemerintah hanya bisa menyediakan rumah bagi masyarakat melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen saja.

Sedangkan sekitar 30 persen pembangunan rumah berasal dari bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi yakni KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya, 50 persen adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal.

Berbagai program bantuan perumahan pun dilaksanakan oleh Kementerian PUPR untuk mengejar backlog perumahan yang ada. Beberapa program tersebut antara lain, pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk MBR, pekerja/buruh, ASN dan mahasiswa, pembangunan rumah khusus di daerah perbatasan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal sebagai bedah rumah, serta bantuan prasarana, sarana dan utilitas berupa jalan lingkungan dan sanitasi untuk rumah bersubsidi pemerintah.

Selain itu juga ada bantuan pembiayaan perumahan untuk masyarakat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Selisih Suku Bunga (SSB), Bantuan Uang Muka (BUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).