Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan - Menyalurkan dan Mengelola Dana Pembiayaan Perumahan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah - Mewujudkan Impian Memiliki Rumah Dengan Bantuan KPR FLPP Dari Pemerintah Melalui Bank Pelaksana - Suku Bunga 5% Fixed Selama Jangka Waktu Kredit - Jangka Waktu Maksimum 20 Tahun - Bebas PPN dan Bebas Premi Asuransi    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 20 Tahun 2014 Pasal 17 Ayat 2: Jika pemilik tidak menempati rumah sejahtera tapak atau satuan rumah sejahtera susun secara terus-menerus dalam waktu 1 (satu) tahun, dapat dilakukan pemberhentian fasilitas KPR Sejahtera dan pemilik wajib mengembalikan kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan yang telah diperoleh    ●    Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2014 Pasal 8 Ayat 2: Dalam hal MBR memberikan pernyataan yang diketahui kemudian tidak benar dan/atau tidak dilaksanakan maka bank pelaksana wajib menghentikan fasilitas KPR Sejahtera    ●    ●    Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2014 Pasal 9 Ayat 3: Fisik bangunan rumah dan PSU telah siap dihuni, berfungsi dan sekurang-kurangnya harus dilengkapi dengan: - Atap, lantai dan dinding yang memenuhi persyaratan teknis keselamatan, keamanan dan kehandalan bangunan - Terdapat jaringan distribusi air bersih perpipaan dari PDAM atau sumber air bersih lainnya - Utilitas jaringan listrik yang berfungsi - Jalan lingkungan yang telah selesai dan berfungsi - Saluran/drainase lingkungan yang telah selesai dan berfungsi

Sekelumit Cerita dari Penghuni Rumah FLPP di Sentani, Papua

Senyum manis menghiasi bibir Emilda, istri dari Anasetus Rihayasin ketika dijambangi ke rumahnya di Perumahan Citra Buana oleh Tim survei monitoring dan evaluasi dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) di kota Sentani, Papua Kamis (3/11). Sudah setahun ini, ia menikmati tinggal di rumah sendiri. Rumah yang dicicilnya setiap bulan melalui Bank Papua. Rumah yang disubsidi oleh pemerintah melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Sangat jelas dalam ingatannya, bagaimana ia dulu mengontrak rumah seharga Rp1 juta setiap bulannya. Kini dengan cicilan yang tak jauh beda dengan harga kontrakannya sebesar Rp 1,5 juta ia bisa memiliki rumah sendiri. “Saya senang sekali. Suami saya yang seorang pekerja swasta bisa memiliki rumah. Kini sudah setahun kami menjalaninya. Sedikit-sedikit kami mulai merenovasinya,” ujar Emilda senang.

Tak jauh berbeda dengan Ema, istri seorang pegawai di Pemda kota Sentani, salah satu penghuni di Perumahan Graha Bintang Timur juga sangat merasakan manfaat dari rumah subsidi yang yang dibelinya. “Saya sangat bersyukur, dengan adanya program ini kami yang perantau bisa memiliki rumah di kota Sentani ini,” ungkapnya bahagia.

Kehadiran KPR FLPP memang dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Melalui Bank Papua, terhitung dari tahun 2010 – per September 2016 telah menyalurkan program ini sebanyak 1.272 unit. Khusus tahun 2015 monitoring dan evaluasi untuk rumah yang dibiayai KPR FLPP oleh Bank Papua sebanyak 415 unit.

Prospek perumahan KPR FLPP di Papua ini cukup besar menurut Eddy Tamtomo, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Rakyat Bank Papua. “Ini merupakan buah dari benih yang kami tanam dari tahun 2008. Kami menawarkan program ini dari pintu ke pintu, baru tahun 2011 kami pecah telur,” ujar Eddy mengenang.

Kini, Bank Papua sudah memetik hasilnya. Nasabah KPR FLPP dari Bank Papua sudah menyebar mulai Sentani, Papua Barat, Timika, Merauke hingga Manokwari.

Dalam monitoring dan evaluasi yang dilakukan di kota Sentani, PPDPP didampingi oleh Bank Papua mengunjungi lokasi perumahan KPR FLPP lainnya, yaitu Yahim Gajah Mada Permai. Sementara dalam kesempatan yang sama,tim survei monitoring dan evaluasi lainnya juga mengecek perumahan Darsua Residence, Doyo Permai dan Perum Permata Hijau didampingi oleh Bank BTN, Bank Pelaksana KPR FLPP lainnya.