SKIM SSB Bisa Dijalankan Lebih Dulu Dari KPR Sejahtera FLPP

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KementerianPUPR), Maurin Sitorus mengatakan bahwa Skim Subsidi Selisih Bunga (SSB) dapat dijalankan terlebih dahulu daripada KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan dalam acara Rapat Kerja Internal Direktorat Pembiayaan Perumahan Tahun 2017 di Ruang Rapat Prambanan, Jakarta, Senin (16/1).

Lebih lanjut Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan menyebutkan alasan mengapa Skim SSB bisa dijalankan lebih dahulu. “Mengapa Skim SSB bisa dijalankan lebih dahulu karena penerbitan DIPA KPR Sejahtera FLPP lebih lama daripada SSB. Untuk konversi dari KPR Sejahtera FLPP ke skim SSB sudah dirapatkan di kantor Wakil Presiden. Berdasarkan arahan dari Wakil Presiden, konversi ini didasarkan pada UU APBNP”, jelas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan.

Berdasarkan keterangan tersebut, Maurin Sitorus mengatakan bahwa Skim SSB sekarang sudah jalan dan masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan bantuan pembiayaan perumahan melalui Skim SSB. “Meskipun Skim SSB bisa dijalankan lebih dahulu tetapi kalau bisa sedapat mungkin KPR Sejahtera FLPP bisa mengurangi SSB. Hal ini untuk mengurangi beban Fiskal”, tegas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, mengajak seluruh Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dan Bapertarum-PNS untuk mendukung Program Sejuta Rumah. “Kita harus mendukung program sejuta rumah dan harus tetap optimis. Program Sejuta Rumah merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang dapat mengurangi kesenjangan infrastruktur secara efektif untuk masyarakat”, ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus.