Tahun ini Kota Baru Maja targetkan 2.000 rumah FLPP

Kamis 26 Januari 2018, pagi hari pukul 08.00 WIB romobongan awak media bersama dengan pegawai kementerian PUPR yang mewakili tiap unit organisasi, khususnya bidang perumahan Kementerian PUPR berkumpul di stasiun Palmerah, Slipi. Rombongan tersebut hendak menghadiri kegiatan yang telah dijadwalkan oleh Kementerian PUPR, yaitu Press Tour ke Kota Baru Maja, Lebak, Banten.

Bersama-sama menggunakan commuterline, rombongan hanya melakukan satu kali perjalanan dengan jalur commuterline Tanah Abang – Maja. Turut hadir dalam kunjugan tersebut, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid; Direktur Rumah Umum dan Komersial, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dadang Rukmana; Direktur Layanan PPDPP, Kementerian PUPR, DT Saraswati; dan segenap jajaran tinggi pratama dan madya lainnya.

Rombongan media dan Kementerian PUPR tersebut turut didampingi oleh Sulaiman Sumawinata, Ketua Real Estate Indonesial; Mary Octo Sihombing, Direktur Ciputra Residence; dan pengembang rumah subsidi lainnya di kawasan Kota Baru Maja. Dalam rangkaian kegiatan press tour ini Kementerian PUPR menggelar konferensi pers kemudian dilanjutkan kunjungan ke beberapa rumah percontohan FLPP yang terletak di kawasan Kota Baru Maja, yaitu di Kawasan Perumahan Citra Maja Raya dan Perumahan Permata Mutiara Maja.

Dalam konferensi pers, Khalawi menyampaikan bahwa kawasan ini merupakan program yang sedang digarap oleh pemerintah, yaitu pengembangan 10 kota baru mandiri di Indonesia, dan salah satunya adalah Kota Maja. “Pemerintah berperan dalam membuat kebijakan, bersinergi dengan kementerian lain utk menyediakan fasilitas utama. Pemerintah sangat mendukung perkembangan kota baru, khususnya kota baru untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendorong konsep hunian berimbang” ujarnya.

Sulaiman dalam konferensi persnya juga menyampaikan dukungan REI terhadap program pengembangan Kota Baru Maja “Kota Maja menggunakan konsep transit oriented development (TOD), yang merupakan bentuk sinergisitas antara pihak swasta dengan pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah berperan untuk kebijakan dan infrastruktur utama seperti akses tol dan kereta” ujar Sulaiman menambahkan. Tahun ini Kota Baru Maja ditargetkan 2.000 rumah subsidi FLPP yang masing-masing dibangun melalui 1.000 rumah MBR oleh PT Ciputra Residence selaku developer Perumahan Citra Maja Raya; dan 1.000 rumah MBR oleh PT Bukit Nusa Indah Perkasa selaku developer perumahan Permata Mutiara Maja.

Di akhir konferensi pers, Khalawi menekankan perihal konsistensi pengembang dalam membangun rumah subsidi di Kawasan Kota Baru Maja “Ini diikat dalam perjanjian kerjasama, terkait komitmen membangun rumah MBR” pungkasnya.

Ketika mengunjungi perumahan Permata Mutiara Maja, rombongan menjumpai salah satu warga penghuni rumah FLPP, yang merupakan keluarga baru. Rino Agus Saputra, selaku kepala keluarga tersebut menuturkan perumahan yang dihuninya tersebut memiliki akses yang sangat mudah dan dekat dengan stasiun Maja untuk akses ke Jabodetabek. Ayah muda yang saat ini berwirausaha tersebut menyampaikan bahwa cicilan FLPP per bulannya adalah Rp. 700.000 dengan tenor 20 tahun “Bagi warga kecil seperti kami, ini sangat membantu. Semoga ke depannya pemerintah terus dapat melanjutkan program subsidi ini, jadi kita nggak lama-lama numpang di rumah mertua atau berpindah tempat.” sambung Rino.