Workshop Penanganan Dampak Bencana Alam Terhadap Rumah FLPP

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melalui Divisi Perencanaan dan Anggaran unit kerja Direktur Keuangan selenggarakan “workshop Penanganan Dampak Bencana Alam Terhadap Rumah FLPP” di Hotel Ambhara-Jakarta, Kamis (23/8). Workshop ini dihadiri  oleh Direktur Utama, Budi Hartono, Direktur Keuangan, Arief Rahman Hakim, perwakilan dari Direktur Umum dan Hukum PPDPP, perwakilan dari Kementerian Keuangan, perwakilan dari pihak asuransi, perwakilan dari Direktorat Evaluasi Pembiayaan Perumahan dan perwakilan dari Direktorat Perencanaan Pembiayaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Workshop ini bertujuan untuk membahas bagaimana penanganan dampak bencana alam terhadap rumah FLPP. Workshop ini dibuka oleh Arief Rahman Hakim selaku Direktur Keuangan PPDPP dengan menyampaikan bahwa Rumah FLPP yang diberikan bagi MBR memiliki masa tenor sampai dengan 20 Tahun dan menggunakan porsi 90:10 yang sudah dilakukan perubahan porsi menjadi 75:25. Beliau juga menyampaikan terjadinya bencana alam berpotensi pada kemungkinan MBR mengalami gangguan dalam melakukan pembayaran cicilan KPR bahkan mungkin terjadi gagal bayar.

Budi Hartono selaku Direktur Utama menyampaikan bahwa rencananya OJK akan mengeluarkan kebijakan untuk korban gempa dalam rangka meringankan beban korban gempa. Dan perlu  dipertimbangkan juga “apakah bank akan langsung mengajukan klaim kepada pihak asuransi atau bisa memberikan kelonggaran dengan mengacu pada ketentuan dari OJK tersebut”.

Berdasarkan hasil kegiatan workshop ini dapat disimpulkan bahwa pengajuan klaim asuransi tergantung pada pihak perbankan. Kewenangan restrukturisasi kredit menjadi kewenangan penuh pihak bank.