20 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Perumnas Berkomitmen Bangun Rumah Subsidi Berkualitas

20 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Perumnas (Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional) lakukan penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas yang disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono. Momentum tersebut diselenggarakan di Auditorium Kementerian PUPR pada tanggal 18 Mei 2021.

Adapun asosiasi perumahan yang berperan serta dalam komitmen bersama tersebut antara lain: REI (Real Estate Indonesia), APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), HIMPERRA (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat), APERNAS (Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional), PI (Pengembang Indonesia), ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional), PIN (Asosiasi Properti Indonesia), APERSI Bersatu, PERWIRANUSA (Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara), ASPERI (Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia), APERNAS Jaya, ASPRIN (Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia), APPERINDO (Asosiasi Pengusaha Perumahan Indonesia), PARSINDO (Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia), PERPESMA (Asosiasi Perkumpulan Pengembang Sukses Bersama), APPEPI (Asosiasi Penyiapan dan Penyediaan Papan Indonesia), DEPRINDO (Developer Properti Indonesia), AP2ERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia), APSI (Asosiasi Properti Syariah Indonesia), dan Perkumpulan APERSI.

Acara yang digagas oleh Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ini sekaligus menjadi penanda dibukanya Pelatihan bagi Tenaga Kerja Manajemen Konstruksi (MK) untuk Aplikasi SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi) yang dilakukan secara daring selama beberapa hari ke depan, dengan jumlah mencapai 3.000 peserta. Pelatihan tersebut merupakan hasil kerjasama antara PPDPP dengan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR dengan skala nasional yang terbagi menjadi 7 Wilayah sesuai dengan lokasi Balai Jasa Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi, yaitu: Aceh, Palembang, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Jayapura. Menteri Basuki dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya memperhatikan kuantitas hunian saja, melainkan kualitas bangunan juga menjadi perhatian serius.

“Konstruksi bangunan merupakan salah satu unsur yang wajib dipenuhi untuk menjamin keselamatan penghuninya, perlu menjadi perhatian bersama bagaimana sektor ini dapat terus berkontribusi tidak hanya dari segi kuantitas saja, melainkan segi kualitas juga harus dipastikan baik” terang Menteri Basuki. Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan, lewat Aplikasi SiPetruk maka proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih akuntabel dan transparan, sehingga tidak ada praktek main mata antara pengembang dan MK di lapangan.

Selain itu Menteri Basuki memastikan bahwa keberadaan Aplikasi SiPetruk tidak menghambat asosiasi perumahan dalam membangun rumah, melainkan hanya memastikan bahwa rumah yang dibangun tidak bermasalah dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “SiPetruk hanya ingin memastikan bahwa rumah yang dijual kepada masyarakat adalah rumah yang layak huni, karena kualitas adalah harga mati yang tidak dapat ditawar,” tegas Menteri Basuki.  Namun demikian, Menteri Basuki juga mengingatkan bahwa teknologi informasi hanya merupakan sarana saja, yang perlu didukung oleh kualitas SDM yang baik “Semua dikembalikan pada kualitas SDM, kita harapkan pelatihan ini benar-benar menghasilkan output yang berkualitas,” sambung Menteri Basuki

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menjelaskan bahwa pelatihan yang diselenggarakan bagi tenaga kerja MK tersebut akan terbagi menjadi 3 batch yang dimana para peserta pelatihan tidak dipungut biaya. Meskipun pelatihan dilaksanakan secara daring, materi yang diterima peserta akan sama layaknya pelatihan reguler. Secara garis besar bimbingan teknis pelatihan dilaksanakan dengan metode pemaparan materi, tanya jawab, dan lesson learned. Tiap harinya peserta akan menerima pelajaran (materi) yang wajib diikuti sebanyak 6 (enam) jam, sehingga para peserta selama 4 hari tersebut secara total menerima 24 jam pelajaran. Kemudian pada hari kelima peserta akan menempuh tahap assessment (penilaian) untuk sertifikasi yang diuji oleh asesor yang berkompeten di bidangnya. Bagi peserta yang dapat lulus pada tahap assessment, akan menerima Sertifikat Keterampilan (SKT) yang dikeluarkan oleh Bina Konstruksi yang selanjutnya sebagai syarat untuk dapat mengakses Aplikasi SiPetruk.

Sebagai informasi per 17 Mei 2021, melalui Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) PPDPP tercatat sebanyak 11.709 lokasi perumahan terdaftar dengan 428.683 unit rumah subsidi dan 42.907 unit rumah komersil. Sedangkan terkait penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 17 Mei 2021 PPDPP telah menyalurkan FLPP sebesar Rp6,58 triliun untuk 60.525 unit rumah atau 38,43% dari target tahun 2021. Sehingga realisasi penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga per 17 Mei 2021 telah mencapai Rp62,17 triliun untuk 825.380 unit rumah.