4 Tahun Terbangun 3,54 Juta Rumah

Selama empat tahun pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) di Indonesia, 2015-2018, terbangun sekitar 3,54 juta rumah. Untuk 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 1,25 juta rumah.

“Total capaian Program Satu Juta Rumah selama empat tahun sejak 2015 hingga 2018 lalu sebanyak 3.542.318 unit rumah,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid, dalam publikasinya, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Khalawi menjelaskan, pelaksanaan PSR yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah, 29 April 2015 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal itu dikarenakan PSR dinilai sebagai salah satu kebijakan yang pro rakyat dan menjadi terobosan dalam proses penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat Indonesia.

Program tersebut, imbuh Khalawi, juga sesuai dengan amanat konstritusi yang menyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang pembinaannya dilaksanakan oleh pemerintah. Sedangkan target dan misi yang ingin dicapai dalam program tersebut adalah bagaimana pemerintah dapat menjamin ketersediaan rumah layak huni dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, mempermudah akses masyarakat dalam memiliki rumah di Indonesia.

“Program Satu Juta Rumah ini merupakan wujud nyata bahwa negara benar-benar hadir dalam menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, imbuh Khalawi, capaian PSR memang mengalami peningkatkan capaian yang cukup siginifikan. Pada 2015 pembangunan rumah tercatat 699.770 unit rumah, tahun 2016 sebanyak 805.169 rumah, 2017 sebanyak 904.758 rumah dan tahun 2018 capaiannya melonjak menjadi 1.132.621 rumah. Sedangkan hingga April 2019, pembangunan rumah untuk masyarakat sudah tercatat sekitar 280 ribu rumah.

“Target kami di tahun 2019 adalah pembangunan rumah sebanyak 1,25 juta unit rumah. Dengan demikian, diperkirakan toral capaian Program Satu Juta Rumah bisa selama lima tahun bisa mecapai angka 4,79 juta unit rumah,” tandasnya.

Beberapa strategi yang dilaksanakan pemerintah untuk mensukseskan PSR, imbuh Khalawi, dilaksanakan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah pusat dan daerah. Bentuk pembangunan yang dilaksanakan antara lain membangun rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya serta bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan bersubsidi. Sedangkan pembangunan rumah oleh pengembang dilaksanakan dengan bantuan subsidi pemerintah melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). “Kami juga berupaya mendorong pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan perijinan di sektor perumahan di daerah,” ujarnya.

Andil Tapera

Di sisi lain, Menteri Basuki Hadimuljono pernah mengatakan bahwa Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bisa meningkatkan pencapaian PSR yang dicanangkan pemerintah.

“Tentu BP Tapera ini nanti bisa meningkatkan kapasitas program sejuta rumah, Tapera ini menyediakan dana besar untuk jangka panjang bagi perumahan MBR,” kata Basuki, kepada Investor Daily, beberapa waktu lalu.

Menurut Basuki, dengan adanya Tapera ini pelaksanaan PSR ini bisa lebih cepat. Karena dana sudah siap dan tinggal pengelolaan yang dilakukan oleh BP Tapera untuk rumah rakyat ini seperti apa dan tentu juga harus didukung oleh pengembang properti.

“Kalau menambah kapasitas sampai dua juta (bisa), tergantung kesiapan dari pengembang sendiri, apakah siap. Tidak mudah membangun rumah dan kami yakin program sejuta rumah bisa tercapai dengan adanya Tapera ini,” katanya.

Terpenting, kata dia, BP Tapera saat ini harus membangun kredibilitas terlebih dahulu, agar masyarakat lebih percaya. Apalagi BP Tapera bertanggung jawab atas uang rakyat yang besar. Karena lembaga ini merupakan peleburan dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS). “BP Tapera harus bisa bangun kredibilitas. Ini kan mengelola uang rakyat besar,” tutur Menteri PUPR.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Adi Setianto yakin bahwa dengan adanya Tapera bisa bersinergi dengan program pemerintah yaitu pembangunan sejuta rumah. “Tujuan kita adalah membangun perumahan bagi masyarakat terutama ASN yang setiap bulan membayar,” katanya.