Bekerjasama Dengan Asprumnas PPDPP Lakukan Sosialisasi Sikasep di Sumedang

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) kembali melakukan sosialisasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) di kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada tanggal 28 Februari 2020 di Hotel Asri Plaza Sumedang.

Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Bank Pelaksana penyalur FLPP baik nasional maupun daerah, dan DPW ASPRUMNAS Jawa Barat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat tentang cara menggunakan aplikasi SiKasep untuk dapat memiliki rumah subsidi KPR FLPP yang diterapkan mulai tahun 2020 ini.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Bupati Sumedang Asisten Daerah Bidang Perekonomian, Direktur Utama PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang didampingi Direktur Layanan PPDPP Kementerian PUPR, Bank Mitra Penyalur FLPP kabupaten Sumedang, dan Dewan Pimpinan Wilayah ASPRUMNAS Jawa Barat.

Adapun Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan bahwa lahirnya SiKasep adalah untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan rumah yang mereka inginkan, memudahkan pengembang dalam memasarkan rumah subsidi yang sudah mereka bangun dan memudahkan perbankan dalam memverifikasi calon debitur yang akan membeli rumahnya. “Aplikasi SiKasep adalah sebuah tool (alat) yang dapat memudahkan semua pihak dalam mendukung program pemerintah, terutama bagi masyarakat, jadi bukan untuk menyulitkan. Melalui handphone, masing-masing, masyarakat kini bisa langsung menemukan rumah yang diinginkannya dan bagi pengembang tentunya dapat mengurangi biaya iklan dan pemasaran,” ujar Arief.

Tercatat data pada sistem SiKasep per hari Jum’at (28/2), terdapat 95.378 calon debitur yang telah mendaftarkan diri ke dalam aplikasi SiKasep. Dari data tersebut, terdapat 39.962 calon debitur yang telah lolos subsidi checking, dan dari data yang telah lolos subsidi checking tersebut, terdapat 24.280 calon debitur yang berada pada tahap proses verifikasi bank. Adapun secara keseluruhan hingga press release ini diterbitkan, terdapat 3.225 debitur yang berhasil mendapatkan rumah pilihannya melalui aplikasi SiKasep.

SiKasep merupakan inovasi yang dilakukan oleh BLU PPDPP dalam membentuk konsep Big Data terkait dengan informasi backlog perumahan. Aplikasi bersifat mobile ini dapat diunduh secara gratis melalui Playstore yang terdapat pada handphone masing-masing pengguna. Adapun konsep dasar aplikasi Sikasep ini adalah untuk menyajikan data supply (jumlah ketersediaan) dan demand (jumlah ketersediaan) akan kebutuhan perumahan di Indonesia secara realtime dan akurat.

Arief juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019 penyaluran FLPP mencapai 113,04% dengan nilai mencapai Rp7,545 triliun untuk 77.835 unit rumah. Sedangkan pada tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran penyaluran dana FLPP sebesar Rp11 triliun terdiri dari Rp9 triliun dari DIPA dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah, nilai ini meningkat 38% dari target yang ditetapkan pada tahun 2019.“Untuk mencapai target tersebut, pada penyaluran FLPP tahun 2020 pemerintah menunjuk 37 Bank Pelaksana konvensional maupun syariah yang terdiri 10 (sepuluh) Bank Nasional dan 27 (duapuluh tujuh) Bank Pembangunan Daerah,” tandas Arief.

Usai melakukan workshop dan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi pameran yang diselenggaran di Atrium Mall Asia Plaza Sumedang yang berlokasi satu kawasan dengan berlangsungnya acara. Direktur Utama PPDPP juga berkesempatan membuka kegiatan pameran perumahan yang diselenggarakan hingga minggu 1 Maret 2020. Pameran ini menggelar lebih dari 15 proyek perumahan FLPP yang tersebar di daerah Sumedang dan sekitar. Kemudian di hari berikutnya, Direktur Utama PPDPP beserta rombongan mengunjungi salah satu lokasi perumahan FLPP di daerah Rancamulya, Sumedang Utara, yaitu perumahan Bukit Pelangi Residence.