Akad Kredit Massal FLPP Perdana di Tahun 2022

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menggelar akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) massal untuk 1.000 lebih unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tersebar di 17 Kantor Wilayah (Kanwil) Indonesia di antaranya Kanwil Jakarta 2, Jakarta 3, Bandung, Banjarmasin, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Jayapura, Padang, Palembang, Lampung, Medan dan Pekan Baru. Dengan Manado sebagai Kanwil yang akan menyalurkan bantuan susbidi kepada 181 calon debitur.

Executive Vice President Consumer Lending, Sales, Development Division Bank BRI, Handaru Sakti mengatakan dalam rangka membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah pertamanya, maka hari ini Senin (17/1), Bank BRI melaksanakan acara kredit massal untuk pertama kalinya di awal tahun 2022. Dia menyebut, setidaknya ada 1000 lebih calon debitur yang akan mengikuti kegiatan akad kredit massal pada kali ini

“lebih dari 1000 calon debitur yang tersebar di seluruh Indonesia akan melaksanakan seremonial penandatanganan KPR Subsidi FLPP, ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan bank BRI terhadap program pembiayaan perumahan pemerintah untuk membantu MBR memiliki rumah pertamanya,” terang Handaru dalam Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut.

Handaru juga berharap semoga kolaborasi seluruh stake holder baik Bank BRI, BP Tapera, dan Asosiasi Pengembang ini dapat membantu masyarakat memiliki rumah pertamanya dan dapat memberikan makna lebih kepada Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut sebagai stakeholder program perumahan bersubsidi diantaranya Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaedi Abdillah dan juga Direktur Layanan FLPP Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Hari Sunjojo. Dalam sambutannya Hari Sunjojo menyampaikan bahwa menurutnya hal ini sesuai dengan komitmen Pemerintah bahwa peralihan FLPP dari PPDPP ke BP Tapera akan berjalan normal dan tidak berubah.

Hari juga berharap bahwa bank penyalur tidak hanya mengedepankan sisi percepatan penyaluran, namun juga menjaga kualitas hunian dan ketepatan sasaran. “Semoga program ini dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak, sehingga dapat membentuk keluarga yang sejahtera.”tutup Hari mengakhiri sambutannya.