Anggaran Pembiayaan Perumahan Meningkat di 2017

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus menyatakan bahwa anggaran pembiayaan perumahan untuk tahun 2017 sebesar Rp15,6 triliun. Naik jika dibandingkan di tahun 2016, yang sebesar Rp12,4 triliun.

Anggaran tersebut difokuskan pada subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yaitu yang diperuntukkan melalui : skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp9,7 triliun dimana sebelumnta di 2016 hanya Rp9,2 triliun, Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp3,2 triliun, tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun, dan bantuan uang muka sebesar Rp1,2 triliun.

Subsidi tersebut mampu membangun 375.000 unit rumah (tapak dan rusunami) melalui KPR FLPP. Melalui bantuan uang muka sebesar 124.250 unit serta pembangunan infrastruktur di 1.431 ha permukiman kumuh dan pembangunan kawasan perbatasan di 9 pos lintas batas negara.
“Dukungan anggaran ini diharapkan mendorong pencapaian target program pembanguan sejuta rumah,”ujarnya optimis.

Maurin menambahkan program pembiayaan perumahan akan efektif jika didukung oleh penyederhanaan perizinan di pemerintah daerah.