Asosiasi Diminta Lakukan Percepatan Hijrah ke Era Digital

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengadakan pertemuan dengan asosiasi pengembang perumahan  dalam rangka evaluasi implemetasi Sistem Informasi untuk Pengembang (SiKumbang) semester I Tahun 2020 pada Jumat (4/9) via virtual conference. Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Utama PPDPP, Direktur Layanan PPDPP, Direktur Operasi PPDPP,  20 asosiasi pengembang perumahan dan Perumnas.

 

Asosiasi pengembang perumahan yang hadir adalah REI, Apersi, Himpera, Apernas, PI, Asprumnas, PIN, Apersi Bersatu, Perwiranusa, Asperi, Apernas Jaya, Asprin, Apperindo, Parsindo, Perpesma, Perkumpulan Apersi, Appepi, Deprindo, Ap2ersi dan APSI.

ef

Dalam pertemuan yang berlangsung, Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan kembali pesan dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam pembukaan pameran perumahan subsidi virtual 25 Agustus 2020 lalu, bahwa pemerintah mendukung relaksasi dalam rangka peningkatan pelayanan tapi tidak dalam kualitas rumah.  Untuk itu Arief menegaskan kepada asosiasi untuk memonitoring anggotanya agar selalu menjaga kualitas rumah dan berlomba dalam mengikuti perkembangan digital untuk peningkatan perkembangan pembiayaan perumahan ke depan.

 

“Era digital tidak bisa ditinggalkan. Semua asosiasi harus hijrah agar ramah dengan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan aplikasi dan menginput semua datanya ke SiKumbang, karena gerbongnya adalah pengembang,” ujar Arief  Sabaruddin menegaskan.

 

Berdasarkan dashboard management control PPDPP per 2 September 2020 tercatat REI merupakan asosiasi dengan anggota terbanyak yang telah menginput data lokasinya ke aplikasi SiKumbang, yaitu sebesar 5.261 lokasi perumahan. Diikuti oleh Apersi sebanyak 3.111 lokasi, Himperra sebanyak 1.277 lokasi, Apernas sebanyak 462 lokasi, PI sebanyak 379 lokasi, Apernas Jaya sebanyak 269 lokasi, AB sebanyak 138, PIN sebanyak 98 lokasi, Asperi sebanyak 79 lokasi, Perumnas sebanyak 70 lokasi, Perwirausaha sebanyak 60 lokasi, Apperindo sebanyak 52 lokasi, Asprumnas sebanyak 49 lokasi, Asprin sebanyak 22 lokasi, Ap2ersi sebanyak 19 lokasi, Perkumpulan Apersi sebanyak 11 lokasi, Perpesma sebanyak 7 lokasi, Parsindo sebanyak 6 lokasi, Apeppi sebanyak 4 lokasi dan Deprindo sebanyak 1 lokasi.

Saat ini per Jumat (4/9) pukul 11.01 WIB, 11.414 lokasi perumahan telah tercatat di aplikasi SiKumbang yang merupakan anggota dari 20 asosiasi pengembang. Sebanyak 500.605 unit tapak sudah terdaftar di aplikasi SiKumbang, 257.647 unit tapak subsidi sudah dinyatakan terjual dan 1.604 unit rumah susun terdaftar dengan 387 unit rumah susun subsidi yang telah terjual.

Menurut Arief Sabaruddin, kontribusi pengembang sangat besar untuk mendukung big data yang sedang dibangun oleh PPDPP. “Dengan adanya data ril saat ini dari sisi supply dan demand perumahan, maka semua menjadi lebih akuntabel, transparan, efisien dan cepat. Sehingga data ini akan menjadi pertimbangan dan masukan yang sangat berarti kepada Kementerian Keuangan dan pihak terkait dalam penyaluran dana FLPP ke depan,” ungkap Arief optimis.

Ketua Umum DPP REI, Totok Lusida yang hadir dalam pertemuan menyampaikan apresiasinya kepada kemajuan teknologi PPDPP. “Data digital tidak bisa bohong. Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PPDPP dan kami akan terus mendorong anggota untuk memasukkan data perumahannya ke dalam aplikasi SiKumbang ini,” ujarnya mantap.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP Himppera, Endang Kawijaya. Selain mengapresiasi PPDPP Endang juga menyampaikan masukkan agar disiapkan perangkat hukum jika terjadi double booking untuk penjualan perumahan dan diharapkan agar PPDPP harus lebih memperkuat sistemnya agar terhindar dari gangguan teknis dalam pelaksanaannya.

GMD Pemasaran Ritel Perumnas, Ari Indrianto menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh PPDPP merupakan terobosan yang bagus sebagai parameter untuk mengambil keputusan.”Saya takjub dengan data yang disampaikan PPDPP dan kami menginginkan data ini bisa kami peroleh untuk menjadi bahan pertimbangan ke depan,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan Arief menegaskan kembali kepada seluruh asosiasi pengembang agar asosiasi mendorong semua anggotanya yang masih bersifat konvensional dan analog. “Jika masih gagap teknologi dan tidak mau hijrah ke digital, maka pengembang hanya tinggal menunggu kepunahannya,” ujarnya tegas.

Penyaluran Dana FLPP

Tercatat per Jumat (4/9) pukul 16.03 WIB  PPDP telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 86.928 unit senilai Rp Rp8,8 triliun atau 84,81% dari target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 102.500 unit senilai Rp11 triliun.  Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 telah menyalurkan dana sebanyak 744.530 unit senilai Rp53,21 triliun.

Dana FLPP ini disalurkan oleh BTN sebanyak 39.942 unit, BNI sebanyak 11.614 unit, BRI Syariah sebanyak 7.519 unit, BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, BJB sebanyak 3.343 unit, BRI sebanyak 2.724 unit, Mandiri sebanyak 1.415 unit, NTB Syariah  sebanyak 1.176 unit, Artha Graha sebanyak 1.041 unit dan Bank Jatim Syariah sebanyak 1.022 unit dan sisanya disalurkan oleh 30 bank pelaksana lainnya.