Asosiasi Pengembang Dukung Penerapan Teknologi PPDPP

Masih dalam suasana halal bihalal, Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) kembali menggelar forum silaturahmi dan koordinasi dengan mengumpulkan para asosasi pengembang melalui aplikasi Zoom pada 29 Mei 2020. Hadir setidaknya 16 asosisasi pengembang dalam forum tersebut yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin.

Adapun asosiasi pengembang yang hadir dalam forum tersebut antara lain: Real Estate Indonesia (REI); Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA); Developer Properti Indonesia (DEPRINDO); Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya; Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS);  Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (PERWIRANUSA); Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPERI); Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPRIN); Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS);  Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Bersatu, Perusahaan Umum Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS); Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia (PARSINDO); Perkumpulan Pengembang Sukses Bersama (PERPESMA); Pengembang Indonesia (PI); Asosiasi Penyiapan dan Penyediaan Papan Indonesia (APEPPI); dan Asosiasi Properti Indonesia (PIN).

Dalam forum yang bertajuk silaturahmi tersebut, para asosiasi lebih memberikan apresiasi dan harapannya terhadap PPDPP yang terus mengembangkan teknologinya dalam menyalurkan dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Arief mengakui, bahwa saat ini ritme kerja PPDPP sedang berlari. Dengan komposisi pegawai yang sebagian besar adalah generasi millenials, PPDPP lebih mengedepankan pengembangan teknologi informasi dalam pelayanannya. “Saya berharap, ke depannya semua dapat dilakukan secara otomatis dengan Artificial intelligence (AI). Sehingga ketentuan dan aturan hukum cukup melalui sistem, asosiasi sebagai pembina hanya memberikan hal-hal normatif saja”.

Berbagai dukungan para asosiasi pengembang terhadap PPDPP tersebut disampaikan dengan berbagai harapan. Seperti Barkah Hidayat, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Indonesia (PI), mengaku pada awal kemunculan SiKasep dan Sikumbang Barkah dan anggotanya mengaku mengalami kesulitan “namun kita selalu berkhusnudzon kepada PPDPP. Sekarang efeknya mulai berasa baik, karena era digitalisasi hal seperti ini mulai digunakan” ujar Barkah.

Jance Frans, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPRIN) berkomentar keberadaan Aplikasi SiKasep saat ini justru mempermudah anggotanya dalam mengidentifikasi para pembelinya “Kami mendukung betul sistem yang menurut kami cukup baik, dan kepada konsumen betul-betul harus mentaati. Kalau dibandingkan yang dulu, ketika mendaftar belum tentu mengambil. Kalau sekarang orang yang mendaftar, pasti membeli” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Shinema Daeli, Ketua Umum Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia (PARSINDO) sampaikan bahwa SiKasep dan SiKumbang banyak memberikan perubahan yang positif “Kami menyambut baik hadirnya SIKasep dan SiKumbang, akurasi data lebih akurat, sehingga informasi cukup jelas dari pengembang, yaitu ketepatan data. Kami tetap mendukung, memberi dorongan, dan komitmen terhadap penyaluran FLPP yang kami ajukan agar sejuta rumah dapat segera terealisasikan”

Dukungan penuh juga diberikan oleh Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya, yang dalam forum tersebut dihadiri oleh Sekjen APPERNAS Jaya, Risma Gandhi “Spirit PPDPP menular ke kami semua, InsyaAllah kami mendukung sepenuhnya. Alhamdulillah sampai saat ini PPDPP telah membangun komunikasi yang baik dengan pengembang, sehingga ketika ada masalah di lapangan, dapat segera diselesaikan dengan baik.” pungkasnya.

Beberapa asosiasi pengembang juga memiliki harapan lebih terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam hal stimulan pembiayaan perumahan, seperti Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) atau Kredit Konstruksi. Seperti yang diutarakan oleh Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida dan juga Ketua Umum  Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), Endang Kawidjaja “Perlu adanya usulan bagaimana melewati pandemi COVID-19 ini, terutama bagi para debitur dan pengembang. Kita berharap semua lebih baik, semangat terus dan tetap maju!” tegas Endang.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah saat ini nyatanya tidak membatasi kinerja PPDPP dalam menyalurkan FLPP. Tercatat per 29 Mei 2020 penyaluran FLPP tahun 2020 ini telah mencapai Rp6,37 triliun untuk 63.077 unit rumah, atau telah mencapai 61,54%. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 29 Mei 2020 mencapai Rp50,74 triliun untuk 718.679 unit rumah.

Walaupun Pandemi Corona Virus Dissease (COVID-19) masih berlangsung hingga saat ini, PPDPP tetap menjalin koordinasi secara rutin terhadap bank pelaksana dan para asosiasi pengembang dengan memanfaatkan forum virtual dan penerapan teknologi informasi yang dikembangkan. Pemerintah melalui PPDPP pada tahun 2020 ini menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar 11 triliun yang terdiri dari Rp9 Triliun DIPA 2020 dan Rp2 Triliun dari pengembalian pokok, untuk 102.500 unit rumah.

Tahun 2020 ini PPDPP mulai menerapkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) bagi masyarakat yang ingin mangajukan KPR FLPP. Peran dari pengembang adalah menyediakan ketersediaan pasokan hunian dengan memasukkan data huniannya ke dalam SiKasep Untuk Pengembang (SiKumbang). Kedua aplikasi ini saling terhubung untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat melalui konsep supply and demand. Sehingga diharapkan saat ini MBR dapat lebih diposisikan sebagai subyek dalam pemenuhan Program Sejuta Rumah.