Backlog Tahun 2015 Turun Menjadi 11,4 Juta

Berdasarkan data home ownership rate/persentase rumah tangga (rutta) yang menempati rumah milik sendiri tahun 2015 per provinsi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016, maka tercatat adanya peningkatan dari 78 persen pada tahun 2010 menjadi 82,63 persen tahun 2015 angka home ownership rate Indonesia. Hal ini menurut Nostra Tarigan, Direktur Operasi Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), terdapat penurunan backlog tahun 2015 menjadi sekitar 11,4 juta rutta dari semula 13,5 juta rutta pada tahun 2010. Angka ini merupakan total rutta baik MBR maupun non MBR.

Dari data BPS tersebut, juga diketahui bahwa persentase rutta yang menempati rumah milik sendiri terendah di bawah 70 persen adalah DKI Jakarta (51,09%) dan Kepulauan Riau (67,67%). Sedangkan dengan kuantitas jumlah backlog kepemilikan rumah terbesar di atas 1 juta rumah tangga adalah Jawa Barat sekitar 2,3 juta rutta, DKI Jakarta sekitar 1,3 juta rutta dan Sumatera Utara sekitar 1,03 juta rutta.

Sedangkan dengan persentase home ownership rate tertinggi di atas 90persen adalah Sulawei barat (91,47%), Jawa Tengah (90,93%), Jawa Timur (90,46%) dan Lampung (90,35%) dan provinsi dengan kuantitas jumlah backlog kepemilikan rumah terkecil adalah Sulawesi Barat sekitar 28 ribu rutta.