Banjarbaru Dukung Keberadaan SiKasep dan SiKumbang

Terus sosialisasikan penggunaan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sikasep untuk Pengembang (SiKumbang), Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hadir di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Kamis 13 Februari 2020. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gawi Sabaratan Pemerintah Kota Banjarbaru ini bekerjasama dengan BPD Kalsel dan pemerintah kota setempat.

Hadir menyampaikan paparan dari unsur Kementerian PUPR dalam acara tersebut, Direktur Umum dan Hukum PPDPP, Monhilal didampingi Kepala Divisi Pemasaran PPDPP dan tim teknis Divisi Teknologi Informasi PPDPP. Sedangkan dari pihak tuan rumah, hadir Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan; Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah; dan Direktur Utama BPD Kalsel, Agus Syabarudin. Selain itu hadir juga perwakilan dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk berdiskusi bersama dalam forum tersebut. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini adalah unsur masyarakat selaku pengguna SiKasep dan para pengembang selaku pengguna SiKumbang.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Darmawan Jaya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menyambut baik terhadap pemanfaatan aplikasi SiKasep dan SiKumbang “Ini merupakan suatu revolusi, saat ini kita masuk era digitalisasi. Aplikasi ini membuat percepatan segala bidang, karena perumahan merupakan kebutuhan primer”, ujarnya.

Darmawan Jaya juga sampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Selatan menyebutkan Kalimantan Selatan merupakan gerbang dari Ibukota Baru yang sedang disiapkan oleh pemerintah, dan hal tersebut merupakan peluang bagi developer utk mengembangkan banjarbaru “dampak pindahnya ibukota akan dirasakan Kalimantan Selatan, karena berbatasan langsung, dan akan berdampak di segala bidang oleh Kota Banjarbaru” pungkasnya.

Senada dengan Wakil Walikota, Direktur Utama BPD Kalsel, Agus Syabarudin juga menyampaikan bahwa sebagai gerbang ibukota, hunian yang terdapat di Kota Banjarbaru menjadi salah satu perhatian. Dengan kehadiran generasi milenials, potensi pengembangan hunian melalui SiKasep sangatlah besar utk mengetahui minat hunian. “Mudah-mudahan dengan tersedianya aplikasi SiKasep ini dapat meningkatkan efektifitas penjualan, karena tujuannya utk mendukung program sejuta rumah, terutama ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah Kalimantan Selatan.

Monhilal, Direktur Umum dan Hukum PPDPP sampaikan dalam paparannya, tercatat sejak tahun 2010 hingga 2020 pemerintah telah menyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Provinsi Kalimantan Selatan mencapai Rp2,48 triliun untuk 37.384 unit rumah. Namun Monhilal mengingatkan, bahwa di tahun 2020 ini pemerintah menyiapkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp11 triliun, hal tersebut yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi para pengembang selaku penyedia perumahan “dengan kondisi seperti ini, kita harus bisa memahami bahwa kemampuan negara terbatas, dihimbau bagi para penyedia perumahan jangan sampai over supply ”.

Atas kondisi tersebut, Monhilal sampaikan bahwa PPDPP bersama Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan terus mengupayakan solusi tersebut, salah satunya dengan sumber dana pembiayaan di luar APBN “banyak hal yang dapat dilakukan melalui alternatif tersebut, seperti kerjasama dengan pemda melalui ketersediaan APBD, ataupun bentuk corporate social responsibility (CSR) dari unsur lembaga atau perusahaan terkait bidang perumahan.

Oleh karena itu, kehadiran SiKasep saat ini dapat menjawab mengetahui supply dan demand. Tentu saja SiKasep ini dapat memberikan kemudahan dan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan. Bagi pemerintah, dapat memantau perkembangan perumahan yang akan menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan. Sedangkan bagi bank pelaksana tentunya dapat mempermudah dalam melakukan verifikasi. Bagi pengembang selaku penyedia perumahan juga dapat mengurangi biaya operasional. Tentu saja hal tersebut dibutuhkan peran dari pemerintah daerah juga terkait perizinan daerah.

Namun yang utama, masyarakat tentu saja memperoleh kemudahan dalam mencari rumah secara praktis “Minat masyarakat sangat luar biasa terhadap keberadaan SiKasep, terkait keterbatasan atau kendala saat ini, hanya terkait penyesuaian saja. Hadirnya SiKasep ini dalam rangka untuk memantau penyaluran sesuai dengan ketentuan, diharapkan hambatan, kendal, maupun pelanggaran dapat tereduksi dgn sendirinya melalui aplikasi ini” pungkas Monhilal.

Monhilal juga meminta para pelaku usaha melalui SiKumbang menawarkan data perumahannya secara real time, seperti yg sudah terjual, dibangun, dan siap dijual. Selain itu diingatkan juga kepada pengembang untuk memperhatikan aspek hukum terkait pembangunan perumahan, seperti pemenuhan dokumen, asuransi, keterhunian, maupun kelengkapan rumah seperti listik dan air bersih.