Bank Mayora Resmi Salurkan KPR Sejahtera

Dari Laporan Bulan Juli 2016 yang telah dirilis oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ada wajah baru dari Bank Pelaksana penyalur KPR Sejahtera dari dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tercatat per 19 Juli 2016, Bank Mayora telah melakukan perjanjian kerja sama dengan PPDPP. Dalam kesepakatan tersebut, tertera bahwa Bank Mayora berencana menerbitkan KPR Sejahtera pada tahun 2016 sebanyak 60 (enam puluh) unit dengan nilai FLPP Rp. 7.209.000.000,- (Tujuh miliar dua ratus sembilan juta rupiah). Dengan hadirnya Bank Mayora maka, PPDPP telah bekerja sama dengan 24 Bank Umum Nasional dan Bank Pembangunan Daerah.

Bank Pelaksana lainnya yang telah melakukan kerja sama dengan PPDPP per  Juli 2016 adalah : BTN, BTN Syariah, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BRI Syariah, Bank BNI, Bank Artha Graha, Bank Sumsel Babel, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank Riau Kepri, Bank Sumut, Bank Kalteng, Bank Papua, Bank Jatim, Bank NTT, Bank Sumut Syariah, Bank Sultra,  Bank Kalsel, Bank DIY, Bank Nagari, Bank NTB, Bank BJB, dan Bank Jateng.

Dari laporan yang dirilis terlihat kinerja capaian penyaluran dana FLPP tahun 2016 sampai dengan bulan Juli 2016  sejumlah 32.716 unit atau telah mencapai 34,11% dari target sejumlah 95.900 unit dan dengan nilai FLPP sebesar Rp 3,184 triliun atau mencapai 31,44% dari anggaran sebesar Rp10,127 triliun. Sedangkan secara total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai dengan bulan Juli tahun 2016 adalah sebanyak 470.312 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp 25,776 Triliun.

Sebaran realisasi penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan Juli 2016 berdasarkan bank pelaksana untuk 3 (tiga) urutan terbesar yaitu: (1) Bank BTN sebesar 28.080 unit atau 85,83%; (2) Bank BTN Syariah sebesar 1.612 unit atau 4,93%; dan (3) Bank BRI Syariah sebesar 1.394 unit atau 4,26%.

Sebaran realisasi penyaluran dana FLPP berdasarkan provinsi dengan 5 (lima) capaian sebaran tertinggi yaitu: (1) Jawa Barat sebesar 10.002 unit (30,57%); (2) Banten sebesar 3.135 unit (9,58%); (3) Riau sebesar 1.743 unit (5,33%); (4) Jawa Timur sebesar 1.737 unit (5,31%); dan (5) Kalimantan Barat sebesar 1.446 unit (4,42%) dari realisasi penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan Juli 2016.