Bank Nasional Samakan Presepsi Raih Capaian Target Rumah FLPP

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) kembali mengadakan Rapat Evaluasi Penyaluran Dana FLPP Tahun 2017, Jumat (21/7) di kantor PPDPP, Jalan Palatehan II Kebayoran Baru. Setelah sehari sebelumnya  mengumpulkan Bank Pembangunan Daerah kali ini giliran Bank  Nasional, sebagai bank pelaksana dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hadir dalam pertemuan tersebut tujuh bank nasional yaitu Bank Artha Graha, BTPN, Bank BNI, Bank Mandiri, BRI Syariah dan Bank Mayora.

Dalam arahannya, Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono menyampaikan bahwa rumah tidak hanya merupakan kebutuhan dasar, hak asasi manusia tetapi juga sebagai wadah kepribadian bangsa dan merupakan indikator kesejahteraan dan kemajuan suatu bangsa. Untuk itu pemerintah sangat komit dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Karena adanya program penajaman dan sikronisasi program subsidi maka pemerintah mengurangi anggaran untuk FLPP dari Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun untuk 40 ribu unit rumah, menurun dari target sebelumnya sebesar 120 ribu unit rumah. “FLPP tetap jalan dengan target 40 ribu unit rumah untuk tahun ini dengan anggaran sebesar Rp3,1 triliun dari APBN ditambah Rp1,4 triliun dari dana pengembalian pokok FLPP,” ungkap Budi menerangkan.

Dengan kebijakan Bank BTN sebagai penyalur terbesar KPR FLPP beralih ke Subsidi Selisih Bunga (SSB), maka PPDPP meminta seluruh bank pelaksana FLPP untuk komit mencapai target yang telah ditetapkan sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Gayung pun bersambut. Bank Nasional yang hadir dalam rapat tersebut, komit untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Walaupun ada beberapa bank yang menemui kendala di lapangan, namun masalah yang timbul masih dapat dicarikan solusinya.