Bank Papua, BPD Tertinggi Salurkan KPR FLPP per Februari 2016

Bank Papua berhasil menempati posisi kedua setelah Bank BTN dalam menyalurkan dana KPR FLPP pada bulan Februari 2016 sebanyak 102 unit rumah senilai Rp 15,2 Miliar. Posisi ini jauh meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana Bank Papua belum menempati posisi empat besar. Posisi  pertama masih ditempati oleh Bank BTN sebesar 362 unit senilai Rp 34,4 Miliar dan selanjutnya posisi ketiga dipegang BRI Syariah dengan menyalurkan KPR FLPP untuk 79 unit rumah senilai Rp 7,14 Miliar.

Menurut Saraswati, Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan animo masyarakat memang cukup tinggi di wilayah Papua saat ini. Hal ini juga terlihat dari antusiasnya pengembang untuk wilayah Papua membangun rumah dengan fasilitas KPR FLPP.  “Bahkan kami berencana untuk mengadakan pameran di wilayah timur karena melihat antusias Bank Pelaksana dan pengembang. Bahkan pengembang di wilayah timur ini sudah siap dengan lahannya,” ujarnya semangat.

Sampai dengan akhir bulan Februari 2016 telah ditandatangani PKO antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan dengan 16 bank pelaksana yaitu BTN, BTN Syariah, Bank BRI Syariah, Bank BNI, Bank Artha Graha, Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank Kalsel, BPD DIY, Bank Nagari, Bank NTB, Bank BJB, Bank Kalteng, Bank Sumsel Babel, Bank Papua, dan Bank Jatim. Sesuai dengan ketentuan dana bergulir dan untuk memastikan ditaatinya ketentuan tentang pagu anggaran APBN, dalam PKO dicantumkan proyeksi jumlah unit KPR yang bisa dilakukan oleh bank pelaksana untuk tahun 2016 dan ketentuan bahwa KPR Sejahtera dapat diberikan bantuan FLPP sepanjang dana FLPP masih tersedia.

Berdasarkan Laporan Pelaksanaan Penyaluran Dana FLPP Bulan Februari 2016 tercatat kinerja capaian penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan Februari 2016 sejumlah 591 unit atau telah mencapai 0,68% dari target sejumlah 87.390 unit dan dengan nilai FLPP sebesar Rp 61,3 Miliar atau mencapai 0,66% dari target sebesar Rp9,227 Triliun. Sedangkan secara total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2016 sebanyak 438.196 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp22,653 triliun.

Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) PPP BA.033 tahun 2016 sampai dengan bulan Februari sebesar Rp 27,903 Miliar atau telah mencapai 14,51% dari target penerimaan PNBP tahun 2016 sebesar Rp192,276 Miliar. Sedangkan secara total penerimaan PNBP dari tahun 2010 sampai dengan bulan Februari tahun 2016 sebesar Rp 898,412 Miliar.

Sedangkan sebaran realisasi penyaluran dana FLPP berdasarkan provinsi diperoleh kinerja dengan 5 (lima) capaian sebaran tertinggi yaitu: pertama, provinsi Jawa Barat sebesar 104 unit atau 17,6%, provinsi Papua Barat sebesar 75 unit atau 12,7%, provinsi Banten sebesar 75 unit atau 12,7%, provinsi Sulawesi Selatan sebesar 48 unit atau 8,12% dan provinsi Jawa Tengah sebesar 28 unit atau 4,74% dari realisasi penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan Februari 2016.