Bank Pelaksana Mulai Terapkan Integrasi Sistem Customer Service SiKasep

Untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh bantuan pembiayaan perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BLU PPDPP Kementerian PUPR) bersama dengan Bank Pelaksana terus melakukan pengembangan fitur Host to Host pada aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) maupun Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Sebagai implementasi dukungan layanan berbasis teknologi, PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai salah satu mitra kerja penyalur KPR FLPP mengundang PPDPP dalam acara Peluncuran Host to Host Onboarding eLoan Bank BTN dan SiKasep PPDPP pada hari Kamis (10/9). Bertempat di Kantor Cabang Bank BTN Kota Tangerang, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Operasi PPDPP, Martanto Boedi Joewono didampingi Kepala Divisi Teknologi Informasi, Moch. Ihsan. Sedangkan dari Bank BTN sebagai tuan rumah, hadir Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar.

Hirwandi Gafar dalam sambutannya menyampaikan bahwa integrasi sistem (Host to Host) Onboarding antara eLoan dan SiKasep PPDPP bertujuan agar calon debitur yang mengajukan aplikasi dengan eLoan Bank BTN akan langsung terhubung dengan server SiKasep PPDPP, dimana hasil verifikasi akan muncul secara realtime. Sehingga proses penyaluran KPR Bersubsidi dapat berjalan lebih cepat dan lancar tanpa adanya kendala perangkat maupun jaringan dari calon debitur KPR Subsidi Perumahan.

“keuntungan didapat dengan adanya sinkronisasi antara SiKasep dan eLoan adalah calon debitur yang mengajukan permohonan KPR Subsidi tidak perlu memasukkan berulang kali data yang sama baik pada aplikasi SiKasep maupun eLoan BTN. Sehingga, meminimalkan kegagalan proses yang disebabkan ketidaksesuaian data antara aplikasi SiKasep PPDPP dan eLoan BTN” ujar Hirwandi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi PPDPP, Martanto Boedi Joewono menyampaikan manfaat dari pengembangan fitur SiKasep tersebut bagi masyarakat atau calon debitur, yaitu kemudahan pendaftaran, percepatan pelayanan, dan penyaluran program KPR Subsidi dan terakhir mempersingkat transaksi.

“Pengembangan layanan aplikasi SiKasep ini terintegrasi dengan layanan customer service Desktop SiKasep yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga saya harapkan dapat meningkatkan realisasi penyaluran dana KPR Subsidi Perumahan” ujar Martanto

Martanto juga berharap kepada mitra kerja bank pelaksana penyalur KPR Subsidi Perumahan lainnya juga dapat segera meluncurkan sistem yang serupa dengan menerapkan host to host SiKasep berupa desktop customer service. Tahun 2020 ini PPDPP dalam menyalurkan KPR Subsidi FLPP bekerjasama dengan 42 Bank Pelaksana, baik bank nasional maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD) Konvensional dan Syariah.

Terkait penguatan layanan tersebut kembali diingatkan oleh Martanto ketika memberikan arahan dalam penutupan rapat koordinasi teknis pengembangan Fitur Program Penyaluran Subsidi Perumahan Berbasis Teknologi Informasi bersama Bank Pelaksana(11/9). “Kami sudah mendukung penuh bank pelaksana dengan cara memfasilitasi sistemnya. Jadi kami kembalikan implementasinya kepada masing-masing Bank Pelaksana, kita harus pastikan masyarakat yang belum memiliki rumah dapat memperoleh rumah dengan bantuan kita semua di sini” imbuh Martanto.

Per 10 September 2020, tercatat dana FLPP Tahun 2020 yang telah disalurkan kepada MBR mencapai 88.193 unit senilai Rp8,98 triliun. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 sebanyak 743.795 unit senilai Rp53,34 triliun, atau telah mencapai 86,04%. Kemudian berdasarkan Nota Keuangan APBN Tahun 2021 disampaikan bahwa pada tahun 2021 pemerintah melalui PPDPP menargetkan bantuan pembiayaan dalam bentuk KPR Sejahtera sebanyak 157.500 unit rumah subsidi dengan alokasi dana sebesar Rp16,62 triliun dari DIPA.