BJB, BPD Pertama Tembus Salurkan Dana FLPP di Atas Seribu

Per hari ini, Selasa (14/4) pukul 16.33 WIB pencairan dana FLPP telah mencapai Rp3,2 Triliun untuk 31. 833 unit rumah. Tercatat Bank Pembangunan Daerah yang berhasil tembus seribu unit rumah dicapai oleh BPD Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) sebanyak 1.066 unit rumah. Posisi ini berada di nomor lima setelah BTN sebanyak 19.991 unit, BNI sebanyak 2.632 unit, BTN Syariah sebanyak 2.484 unit dan BRI Syariah sebanyak 1.127 unit.

Tahun 2020 ini Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bekerja sama dengan 37 Bank Pelaksana yang terdiri dari 10 Bank Umum Nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD).  Kerjasama ini ditandatangani pada tanggal 19 Desember 2019 bersamaan dengan peluncuran aplikasi bari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang menjadi MBR sebagai Subjek bukan lagi Objek.

Sejak diluncurkan pada tanggal 19 Desember 2019 lalu, SiKasep telah memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Tercatat pada hari ini, Selasa (14/4) pukul 14.42 WIB sebanyak 132.112 user sudah mengakses aplikasi ini, 26.901 calon debitur belum lolos subsidi checking, 45.848 calon debitur telah dinyatakan lolos subsidi checking, sedangkan 39.039 calon debitur masih dalam proses verifikasi di perbankan dan sebanyak 31.644 debitur telah menerima manfaat dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurut Direktur Utama PPDPP, Arief Sabarudin, BPD memang terus didorong untuk meningkatkan kapasitasnya dalam penyaluran dana FLPP. “Kami terus mendorong dan memberikan perhatian yang tinggi kepada BPD akan terus meningkatkan perannya dalam menyalurkan dana FLPP,”.

Sejauh ini PPDPP terus melakukan upaya untuk peningkatan kuota  year to year kepada BPD, menggalakkam kegiatan sosiliasasi di daerah dan menjadikan BPD leading di daerahnya masing-masing, kegiatan evaluasi BPD dengan para ekspertis serta kegiatan diskusi ringan dengan BPD yang dilakukans ecara rutin.

Saat ini  adapun komposisi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) penerima FLPP berdasarkan jenis pekerjaan pada tahun 2020 ini per tanggal 31 Maret antara lain: Swasta 72,91%; Pegawai Negeri Sipil 7,22%; Wiraswasta 8,22%; TNI/Polri 2,48%; dan lainnya 9,17%.