BRIS Gelar Akad Massal 2.500 KPR Sejahtera FLPP

Salah satu bank pelaksana FLPP untuk tahun 2020, Bank BRIsyariah (Tbk.) (BRIS) terus memaksimalkan kinerjanya dalam menjalankan program pemerintah terkait penyaluran bantuan pembiayaan perumahan KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selasa (21/7), bank syariah ini menggelar akad serentak 2.500 KPR FLPP di 40 kota di 16 provinsi di Indonesia secara virtual yang disaksikan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin dan Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy.

Dengan akad massal tersebut, BRI Syariah telah merealisasi 92% dari kuota FLPP yang diberikan PPDPP tahun ini yakni 8.700 unit.

“Oleh karena itu, kami berharap ada penambahan kuota pada semester II ini. Kami siap menyalurkan itu, apalagi dengan adanya aplikasi Sikasep dan Sikumbang yang dikembangkan PPDPP,” kata Fidri saat melakukan pemaparan secara virtual, Selasa (21/7).

Ia menambahkan, BRIsyariah sejak tahun 2012 telah menjadi penyalur FLPP. Hingga tahun 2020, BRIsyariah menjadi bank syariah dengan penyaluran FLPP terbesar.

Tahun 2020 BRIsyariah memperoleh 8.700 unit kuota atau senilai Rp 933,6 miliar. Hingga Juni, itu sudah direalisasikan 5.544 unit atau Rp 747,9 miliar atau 60% dari kuota.

Dengan penandatanganan akad serentak pada hari ini maka total unit yang telah kami salurkan adalah 8.044 unit atau senilai Rp 812 miliar atau setara 92% dari kuota.

Sejak awal tahun 2020 ini, Kementerian PUPR telah menerapkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) dimana seluruh alur bisnis penyaluran bantuan ini dilakukan secara online guna meminimalisir tatap muka.

Direktur Utma PPDPP, Arief Sabaruddin berharap adanya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat setelah menerima bantuan rumah subsidi dari pemerintah ini. Menurutnya hal ini bisa diwujudkan dengan tersedianya rumah subsidi yang berkualitas bagi masyarakat.

“Dengan kondisi saat ini rumah adalah segalanya, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi komunikasi, rumah juga sekaligus bisa menjadi sekolah, kantor, tempat ibadah, tempat usaha dan lain-lain. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, peluang MBR untuk menjadi lebih sejahtera dapat terwujud, sehingga nilai manfaat dari program bantuan rumah subsidi ini ke depannya juga bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga terpenuhinya kebutuhan rakyat akan rumah menjadi indikator kesejahteraan suatu negara.

“Pemerintah harus bisa menyediakan rumah subsidi yang berkualitas bagi MBR sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penghuninya, karena berangkat dari rumah yang sejahteralah negara kita akan sejahtera,” imbuhnya.

Arief juga tidak bosan mengingatkan kepada seluruh stakeholder program pembiayaan KPR subsidi agar mendukung program pemerintah dalam penerapan aplikasi SiKasep dan SiKumbang dalam peroses penyaluran KPR Subsidi.

Hal ini menurut dia, dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses bantuan program rumah subsidi dari pemerintah. / Fadil