BSI Gelar Akad Kredit Massal Sebanyak 1.500 Nasabah FLPP

Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar Akad Kredit Massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bagi 1.500 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 April 2021 secara daring dengan tema bertajuk BSI Ramadhan Fest 1442 Hijriah / Tahun 2021.

Kokok Alun Akbar, Direktur Retail Banking BSI menyampaikan bahwa di hari pertama ibadah puasa BSI menggelar Akad Kredit Massal dengan melibatkan 83 Kantor Cabang BSI yang tersebar di 17 provinsi. “Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada kami dalam menyalurkan FLPP. Kami tetap fokus pada segmen konsumer, termasuk FLPP.” ujar Kokok.

Turut hadir menyaksikan secara daring seremoni penandatanganan akad kredit massal tersebut, Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin yang didampingi Direktur Layanan PPDPP Christ Robert Panusunan Marbun. Dalam sambutannya, Arief Sabaruddin mengingatkan kepada Nasabah KPR Sejahtera FLPP usai melaksanakan akad kredit untuk segera menghuni dan menjaga rumahnya.

Selain mengingatkan para nasabah, tidak lupa juga Arief Sabaruddin juga selalu mengingatkan mitra kerjanya, yaitu bank pelaksana maupun developer perumahan. “Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran FLPP cukup tinggi, kenaikannya dua kali lipat, perlu diakselerasi. Kami berharap BSI bisa segera mengejar pencairan,” ujar Arief.

Aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) merupakan aplikasi yang disediakan pemerintah dari sisi demand, atau kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk sisi suply atau ketersediaan hunian, pemerintah menerapkan Aplikasi SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang), dan yang akan mulai diterapkan pada Juli 2021 mendatang yaitu SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi).

“Mohon untuk diperhatikan bagi rekan-rekan pengembang perumahan. Dalam Al Qur`an Surat Al-Isra Ayat 35 disebutkan bahwa sempurnakanlah takaran, timbanglah dengan timbangan yang benar. Ini berarti takaran dalam konstruksi bangunan, seperti tulangan pokok hingga jarak sengkang harus sesuai dengan ketentuan pemerintah,” terang Arief