BTN Gelar Akad Kredit Massal pada BTN Syariah Spektakuler Ramadhan

Kamis (29/4) – BTN selenggarakan Spektakuler Ramadhan dengan melakukan realisasi 3.200 KPR Subsidi BTN Syariah. Kegiatan secara daring tersebut dilaksanakan di Menara BTN, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat. Adapun narasumber dalam kegiatan ini antara lain Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin; Direktur Consumer & Comercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar; dan Ketua Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah BTN , M Quraish Shihab.

Secara luring, selain dihadiri oleh para narasumber, kegiatan ini juga turut mengundang asosiasi pengembang perumahan, seperti dari Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA).

Hirwandi Gafar pada kesempatan pertama menyampaikan bahwa kegiatan ini  secara khusus dilaksanakan di Bulan Ramadhan bertepatan dengan perayaan Nuzulul Quran, yang jatuh pada 17 Ramadhan, dengan menyelenggarakan akad kredit KPR melalui BTN Syariah dan menyerahkan Buku Saku FLPP kepada para debitur yang dilakukan secara serentak di 26 kantor cabang BTN Syariah di seluruh Indonesia. “BTN mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya,  dalam hal ini PPDPP karena telah memberikan kepercayaan kepada BTN untuk tetap menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku,” ujar Hirwandi. Lebih lanjut Hirwandi menyampaikan bahwa BTN tidak hanya menjaga ketepatan sasaran penyaluran FLPP, melainkan juga kualitas dokumen maupun bangunan dan  Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU)

Arief Sabaruddin yang didampingi Kepala Divisi Pemasaran, Alfian Arief  di kesempatan berikutnya menyampaikan bahwa saat ini PPDPP sedang melaksanakan konsep hijrah dalam menjalankan tata kelola FLPP, dimana saat ini PPDPP telah mengembangkan berbagai layanan teknologi informasi. Selain itu Arief dalam forum daring tersebut juga kembali mengingatkan kepada para pengembang perumahan maupun bank pelaksana untuk terus memperhatikan kualitas bangunan. “Konsep Syariah tidak hanya riba, namun bagaimana menjalankan segala sesuatu sesuai dengan kaidah dalam Al Qur`an pada bisnis kita ini (perumahan),” terang Arief

Lebih lanjut Arief menjelaskan dengan mengutip Al Qur`an yaitu Surah Al Hud Ayat 85, dimana dalam ayat tersebut membahas mengenai timbangan dan takaran yang adil dan tidak merugikan hak orang lain maupun perbuatan yang merusak. Arief menerangkan bahwa rumah yang dibangun tentunya harus memperhatikan takaran dan komposisi campuran beton, hingga konstruksi rumah yang dibangun sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Pengembang itu tidak hanya membangun rumah saja, namun harus hijrah juga untuk membangun peradaban,” pungkas Arief.

Arief juga menyampaikan bahwa PPDPP dalam menilai kinerja bank pelaksana adalah dengan mengukur tingkat penyaluran, sehingga penting bagi bank pelaksana agar segera mengajukan pencairan FLPP apabila calon debitur dianggap telah layak usai diperiksa oleh bank pelaksana.