Dana FLPP Telah Tersalurkan 65,85%

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sebagai lembaga yang mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat per Selasa (16/6) telah menyalurkan dana FLPP sebanyak Rp6,82 triliun untuk 67.498 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jumlah ini telah mencapai 65,85% dari target realisasi untuk tahun 2020 sebanyak Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Saat ini BTN masih menjadi bank pelaksana penyalur tertinggi yang telah menyalurkan dana FLPP untuk 38.177 unit senilai Rp3,86 triliun. Disusul BNI sebanyak 6.654 unit senilai Rp677 miliar. Selanjutnya posisi ketiga tertinggi penyalur FLPP hingga kemarin dipegang oleh BTN Syariah sebanyak 6.016 unit rumah senilai Rp585 miliar.

Posisi keempat ditempati oleh BRI Syariah sebanyak 3.300 unit senilai Rp332 miliar dan selanjutnya Bank BJB telah menyalurkan sebanyak 2.088 unit senilai Rp209 miliar. BRI menyalurkan sebanyak 1.452 unit senilai Rp151 miliar dan Bank Mandiri sebanyak 1.021 unit senilai Rp101,7 miliar.

Menurut Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin saat ini PPDPP tetap akan mengevaluasi kinerja dari bank pelaksana sejauhmana komitmennya terhadap kuota unit rumah yang disepakati saat melakukan perjanjian kerjasama dengan PPDPP. “Bank yang menurut penilaian kami berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuotanya akan dialihkan ke Bank yang berkinerja bagus,”ujarnya.

Namun sejauh ini menurut Arief, bank pelaksana optimis target kuota mereka tercapai hingga akhir tahun.