Daya Beli Rumah Masyarakat Masih Rendah

Dalam acara Investor Gathering 2017 yang dikemas oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyatakan bahwa mayoritas keluarga Indonesia tak mampu membeli rumah jika hanya mengandalkan pendapatan sendiri. Masih terdapat backlog perumahan dari data BPS sebesar 11,4 juta unit danditargetkan turun menjadi 6,8 juta unit rumah pada tahun 2019.

Menurut Menteri Keuangan ini, daya beli masyarakat lemah, sebanyak 40% masih membutuhkan subsidi dan 20% sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk membeli rumah.Persoalan perumahan yang ada saat ini adalah permintaan yang sangat tinggi tetapi penawarannya kurang. Seperti yang dikutip dari website Kementerian Keuangan selain masalah di atas, harga jual juga sangat tinggi tetapi daya beli

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini penambahan kebutuhan perumahan di Indonesia 400 ribu setiap tahunnya. Mengacu pada peta daya masyarakat Indonesia akan rumah, 40% masyarakat dalam kondisi perekonomian teratas dan mampu membeli, 40% keleompok menengah mampu membeli dengan subsidi dan sisanya kelompok masyarakat bawah sama sekali tidak mampu membeli. Artinya 60 persen masyarakat memerlukan intervensi pemerintah.

Sementara di sisi lain ungkap Menteri Keuangan terbaik pada 2017 versi Majalah Keuangan Hong Kong, Finance Asia ini tingkat urbanisasi di Indonesia tergolong tinggi dengan pola yang tidak terstruktur. Akibatnya hunian kumuh menjamur. Persoalan semakin pelik karena pertumbuhan populasi kota-kota di Indonesia tergolong tinggi.