DKI Terapkan BPHTB 0%

Seiring dengan terbitnya Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 193 Tahun 2016 tentang Pembebasan 100% Atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan karena julal beli atau pemberian hak baru pertama kali dan atau pengenaan 0% bea perolehan hak atas atanah dan bangunan karena peristiwa waris atau hibah wasiat dengan nilai jual objek pajak sampai dengan Rp2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) maka penghapusan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk properti Rp2 miliar ke bawah berlaku.Ketentuan berlaku semenjak pergub ini ditandatangani tanggal 21 Oktober 2016 lalu.

Aturan tersebut berlaku bagi jual beli atau pemberian hak baru pertama kali dan atau bea waris atau hibah wasiat dengan nilai jual sampai dengan Rp2 miliar.

Sebelumnya pemilik properti harus membayar sebesar 5% dari nilai aset untuk mengajukan BPHTB. Sehingga banyak dari pemilik aset mengurungkan niat mereka untuk mengurus sertifikat atas aset mereka.””Penghapusan BPHTB ini diharapkan akan mendorong kenaikan penjualan properti baik rumah baru maupun seken,”ujar Wasudewan, Country Manager Rumah. Com.

Di sisi lain konsumen juga akan sangat terbantu karena tidak perlu khawatir untuk biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus properti mereka, sementara dari sisi pengembang akan meningkatkan penjualan karena sebagian biaya yang seharusnya ditanggung konsumen menjadi berkurang.Ini tentunya membawa angin segar bagi properti di Indonesia ke depan khususnya DKI Jakarta.