Halal Bihalal Virtual Menyambut Era New Normal

Jakarta (26/5) – Usai melaksanakan halal bihalal bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya secara virtual pada pagi hari, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) lanjutkan halal bihalal dengan cakupan internal yang menghadirkan seluruh pejabat struktural dan pegawai di lingkup DJPI, termasuk Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen DJPI, Eko D. Heripoerwanto. Dalam arahannya, Eko D. Heripoerwanto kembali mengingatkan pesan yang disampaikan oleh Menteri PUPR, salah satunya terkait dengan persiapan menghadapi era New Normal yang akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2020 mendatang. “Selama tiga bulan ini kita sudah cukup berlatih dengan sistem kerja Work From Home (WFH). Hal tersebut menjadi bahan evaluasi, dengan teleconference seperti ini, jam-jam kerja tidak dibatasi, untuk hal mendesak dapat dilakukan” ujarnya.

Eko D. Heripoerwanto juga sampaikan dalam beberapa pekan kemarin telah lakukan beberapa kali lakukan pertemuan virtual membahas terkait rumah subsidi, yaitu Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang saat ini anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan anggaran) sudah keluar dan dapat disalurkan.

Selain itu Eko D. Heripoerwanto juga menekankan saat ini prioritas yang dilakukan dalam rangka menyambut new normal adalah dalam hal peningkatan daya tahan tubuh, dikarenakan pandemi COVID-19 (Corona Virus Diessease) belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin, juga menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan sistem kerja WFH yang berlaku di PPDPP.

Diakuinya oleh Arief, penerapan layanan WFH yang diberlakukan di PPDPP justru lebih meningkatkan produktifitas dan lebih efisien saat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan realisasi penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola saat ini, per 26 Mei 2020, telah mencapai Rp.5,77 Triliun untuk 57.163 unit rumah, atau telah mencapai 55% lebih dari target yang ditetapkan di tahun  2020. Menurutnya, capaian tersebut termasuk baik dengan penerapan pola kerja WFH. Arief memperkirakan penyaluran FLPP dalam beberapa bulan ke depan akan mencapai target. ”COVID-19 sangat banyak hikmahnya, kami berpikir penerapan kerja pada era new normal adalah seperti yang kami telah terapkan pada WFH yaitu berorientasi pada output” ujar Arief.

Di akhir sesi, Eko D. Heripoerwanto kembali mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa perlu untuk Masing2 harus menguasai teknologi yang akan digunakan dalam era new normal “Kita semua diharapkan utk tetap semangat untuk menghadapi new normal, tetap produktif, jaga kesehatan sesuai protokol yang ditentukan” ujar Heri menutup forum.