HAPERNAS 2020 : Sektor Perumahan Penting Untuk Menggerakkan Perekonomian Rakyat

Dalam rangka rangkaian acara peringatan Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) Tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar konferensi pers pada tanggal 26 Agustus 2020. Bertempat di ruang Media Center Kementerian PUPR, konferensi pers dihadiri narasumber diantaranya : Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Heri Eko D. Poerwanto; Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid; Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin; Komisioner Badan Penyelenggara Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA), Adi Setianto, dan Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan yang sebagai Ketua Panitia Penyelenggara HAPERNAS 2020, M Hidayat.

Dalam konferensi tersebut, disampaikan Khalawi bahwa dalam masa New Normal Pandemi Corona Virus Dissease (COVID-19) sektor perumahan harus terus digerakkan karena merupakan salah satu sektor yang menggerakkan perekonomian rakyat. Heri Eko dalam kesempatannya juga menjelaskan bahwa target penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas LIkuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah mencapai 80%, dan jika telah mancapai target maka masih tersedia dana bantuan pembiayaan perumahan lainnya, seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Heri Eko mengakui penyaluran FLPP tidak terhalang oleh COVID-19 dikarenakan teknologi yang diterapkan oleh Kementerian PUPR.

Arief Sabaruddin menambahkan, dengan keberadaan Big Data Hunian melalui aplikasi SiKasep dan SiKumbang kelancaran ketersediaan hunian maupun penyaluran tetap berjalan, hal tersebut dapat ditunjukkan akad kredit massal sebanyak 16.000 calon debitur secara virtual pada Pembukaan Pameran Virtual Perumahan Subsidi yang dibuka oleh Menteri PUPR pada tanggal 25 Agustus 2020 kemarin. “Data Management Control kami menunjukkan tingginya realisasi penyaluran, hal tersebut menandakan masih banyaknya masyarakat kita yang membutuhkan hunian”. Disebutkan lebih lanjut oleh Arief, bahwa dengan adanya relaksasi seperti anggaran SSB dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Sedangkan Adi Setianto, selaku Komisioner BP TAPERA menyampaikan bahwa progress saat ini terus secara intens melakukan harmonisasi aturan dan mekanisme kerja, baik internal maupun eksternal. Seperti persiapan konsep piloting project pada ASN ex-Bapertarum yang masuk kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

M Hidayat menyampaikan bahwa konsep HAPERNAS Tahun 2020 ini mengedepankan teknologi informasi, sebagai upaya penerapan New Normal di masa Pandemi COVID-19 “saat ini semua serba digital, mencari rumah dapat melalui gawai kita dengan mengunjungi pameran perumahan virtual yang telah kami sediakan” pungkasnya.