Hingga Agustus 2016, Nilai FLPP Telah Tersalurkan Rp25,848 T

Tahun 2016 ini, anggaran DIPA FLPP yang dipercayakan pemerintah kepada Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) untuk disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp9,227 Triliun ditambah dengan proyeksi pengembalian pokok sebesar Rp900 Miliar sehingga proyeksi ketersediaan dana sebanyak Rp10,127 Triliun dengan target 95.000 unit. Realisasi akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per Agustus 2016 cukup memuaskan. Dari laporan kinerja bulan Agustus yang dikeluarkan oleh PPDPP tercatat telah disalurkan dana FLPP sejumlah 33.347 unit senilai Rp3,256 Triliun. Total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga bulan Agustus 2016 adalah sebanyak 470.943 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp25,848 Triliun.

Saat ini Bank BTN masih merupakan bank pelaksana dengan realisasi penyaluran terbanyak sebesar 28.080 unit, disusul Bank BTN Syariah sebanyak 1.612 unit dan Bank BRI Syariah sebesar 1.479 unit.

Sementara itu Jawa Barat masih merupakan provinsi terbesar menyerap dana FLPP karena memang di di daerah ini banyak terdapat pusat-pusat industri dan merupakan provinsi terdekat dengan ibu kota. Menyusul Banten, Riau, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Sampai Agustus 2016, PPDPP telah bekerja sama dengan 24 bank pelaksana. yaitu, BTN, BTN Syariah, Bank Mandiri, Bank Mandiri, Bank BRI, BRI Syariah, BNI, Bank Artha Graha, Sumsel Babel, Sumselbabel Syariah, Bank Riau Kepri, Bank Sumut, Bank Kalteng, Bank Papua, Bank Jatim, Bank NTT, Bank Sumut Syariah, Bank Sultra, Bank Kalsel, Bank DIY, Bank Nagari, Bank N TB, Bank BJB, Bank Jateng dan Bank Mayora.