IPEX 2019 Digelar 16 hingga 24 November 2019

Pameran Indonesia Property Expo 2019 kembali diselengarakan. Kegiatan yang digelar di JCC Epo Center Hall A dan B ini berlangsung selama 1 minggu ke depan sejak dibuka pada tanggal 16 November 2019 hingga 24 November 2019 mendatang. Kegiatan ini digawangi oleh Bank BTN bersama dengan DPD Real Estate Indonesia, PT. Adhouse, yang didukung oleh pemerintah terkait, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun unit kerja Kementerian PUPR yang hadir berperan serta antara lain Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Ditjen Penyediaan Perumahan, dan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (BLU LPDPP)

Oni Febriarto Rahardjo, selaku Plt Direktur Utama Bank BTN dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bertepatan dengan peringatan HUT KPR pada Bulan Desember mendatang “Sudah 76 tahun kiprah industri perumahan, Bank BTN menggairahkan sektor properti di perekonomian indonesia. Bank BTN merasa harus memiliki kontribusi yang tinggi di sektor perumahan.” ujarnya. Oni juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, terutama Kementerian PUPR, dikarenakan program sejuta rumah merupakan engine bisnis bank BTN.

Dalam sambutan Wakil Menteri PUPR yang sekaligus membuka IPEX 2019, John Wempi Wetipo utarakan bahwa perumahan menjadi sektor penghubung dan kunci penting pada pengembangan industri di Indonesia. John Wempi menyampaikan bahwa dalam 8 tahun terakhir sektor perumahan menunjukkan peningkatan, hal tersebut juga didukung pemerintah dengan menyediakan kebijakan bantuan pembiayaan pemerintah, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Guna menunjang hal tersebut, pemerintah juga saat ini telah mengeluarkan kebijakan terbaru terkait persyaratan BP2BT yang lebih mudah melalui Peraturan Menteri Nomor 13/PRT/M/2019 tentang Bantuan Pembiayaan Berbasis Tabungan (BP2BT) maupun Keputusan Menteri Nomor 1013/KPTS/M/2019 tentang batasan lebar kaveling rumah sejahtera tapak yang diperoleh melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dan lebar kaveling rumah tapak umum yang diperoleh melalui Program BP2BT

John Wempi juga menghimbau kerjasamanya dengan Bank Pelaksana maupun pengembang dapat dilakukan secara tepat guna. Lanjutnya disampaikan hingga Oktober 2019 19 Asosiasi telah tercatat dalam Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG), yang nantinya aplikasi tersebut akan menjadi cikal bakal pengembang terestrigrasi dan tersertifikasi, sehingga dihimbau kepada asosiasi pengembang agar melakukan pemutakhiran “persaingan subsidi perumahan 2020 semakin ketat, oleh karena itu perlu untuk menyediakan rumah yang berkualitas” tegas John Wempi.

Mendampingi Wakil Menteri PUPR ketika berkeliling meninjau lokasi pameran, Direktur Utama LPDPP, Arif Sabaruddin sampaikan bahwa realisasi penyaluran FLPP per 12 November 2019 telah mencapai Rp.6,771 triliun untuk 70.008 unit rumah, sehingga capaian penyaluran di tahun 2019 telah masuk pada angka 101,79 %. Sedangkan total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga per 12 November 2019 telah mencapai Rp.43,592 triliun untuk 647.849 unit rumah.

IPEX kali ini menghadirkan 106 pengembang, yang diantaranya terdapat 36 pengembang rumah subsidi. Secara umum, proyek perumahan yang disajikan dalam pameran ini mencapai 650. Jumlah yang cukup banyak untuk memberikan referensi kepada masyarakat dalam mencari rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tentunya menjadi sangat disayangkan apabila melewatkan kesempatan mencari informasi seputar perumahan di penghujung tahun ini