Kementerian PUPR dan PPDPP Hadiri Kredit Massal KPR FLPP Bank BTN di Bekasi

Menjelang tutup tahun 2019 Bank BTN selaku salah satu Bank Pelaksana KPR FLPP kembali melakukan akad kredit massal di Perumahan Permata Nusa sebanyak 250 unit rumah subsidi KPR FLPP, yang berlokasi di Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (11/12). Panca Mutiara Jaya, selaku Developer Perumahan Permata Nusa telah membangun 250 unit rumah subsidi siap akad KPR, adapun sebanyak 2000 – 3000 unit yang diperoyeksikan bagi MBR di atas lahan seluas 250 hektar dalam proses tahap pembangunan.

Kegiatan akad kredit massal ini dihadiri oleh Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Adang Sutara dengan didampingi Direktur Operasi Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Martanto Boedi Joewono; perwakilan Badan Pertanahan Nasional, Dendi; Kepala Kantor Wilayah I PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Manahan Hutapea, dan  Kepala Divisi Subsidize Mortagage Landing Division BTN, Mochamad Yut Penta.

Sementara itu, Adang Sutara selaku Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan menjelaskan fungsi Kementerian PUPR dalam membantu masyarakat memiliki rumah dengan menyiapkan dan membuat regulasi tentang perumahan. Melalui berbagai skema subsidi pembiayaan perumahan Pemerintah akan terus mendukung program satu juta rumah. “Dalam rangka mendukung program bantuan pembiayaan perumahan, tahun depan FLPP akan tetap ada, adapun BP2BT tahun 2020 kuotanya sebanyak 70 ribu unit, dan tahun depan juga direncanakan BP Tapera akan mulai running,-” ujarnya.

Adapun Direktur Operasi PPDPP, Martanto, dalam sambutannya mengingatkan kepada MBR yang telah mendapatkan rumah subsidi agar dihuni dan mematuhi segala kewajiban yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Mengutip dari beritasatu.com, permintaan pasar terhadap rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah masih cukup tinggi terbukti pemerintah telah menambah alokasi kuota FLPP senilai Rp2 Triliun. Bank BTN optimis dengan akad KPR massal akan dapat mengejar kebutuhan tambahan pembiayaan KPR subsidi yang diperkirakan bakal mencapai 13.000 unit sampai dengan akhir tahun 2019.

Pak Permadi selaku direktur PT. Panca Mutiara Jaya, juga turut mengingatkan kepada masyarakat yang telah mendapatkan rumah subsidi agar menjaga perumahan, kelestarian lingkungan, dan berguyub dengan warga sekitar sehingga tercipta lingkungan perumahan yang nyaman dan terdapat peningkatan nilai investasi properti rumah tersebut.