KPR Sejahtera Susun Masih Kurang Peminat

Berdasarkan data penyaluran KPR FLPP (Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang telah disalurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari 2010 hingga bulan Oktober 2016, peminat terhadap KPR Sejahtera Susun masih sangat minim. Hal ini terlihat dari data serapan, tercatat pada periode yang sama hanya 254 unit atau hanya 0,05% jika dibandingkan dengan KPR Sejahtera Tapak. KPR Sejahtera Tapak sebesar 475.422 unit.

Secara keseluruhan kinerja penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan Oktober 2016 sebanyak 475.676 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp 26,32 triliun.

Sementara itu, sebaran penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan Oktober 2016 berdasarkan jangka waktu kredit tertinggi adalah pada jangka waktu kredit 11-15 tahun dengan jumlah 350.568 unit (74%) kemudian menyusul jangka waktu kredit 6-10 tahun dengan jumlah 72.719 unit (15%) dan yang terakhir jangka waktu kredit 16-20 tahun dengan jumlah 52.293 unit (11%).

Jika dilihat dari sisi pendapatan, sebaran penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan Oktober 2016 berdasarkan Gaji Pokok tertinggi adalah Gaji Pokok dalam rentang Rp 1,5 Juta < Rp 2,5 Juta dengan jumlah 259.023 unit (54%) kemudian menyusul Gaji Pokok dalam rentang Rp 2,5 Juta < Rp 3,5 Juta dengan jumlah 154.821 unit (33%) dan Gaji Pokok dalam rentang Rp 1 Juta < Rp 1,5 Juta dengan jumlah 34.213 unit (7%). Penyaluran dana FLPP pada periode yang sama berdasarkan bank pelaksana, 3 (tiga) tertinggi adalah: (1) Bank BTN dengan jumlah 422.081 unit (88,73%); (2) Bank BTN Syariah dengan jumlah 30.138 unit (6,34%); dan (3) Bank BRI Syariah sebesar 8.379 unit (1,76%). Sebaran realisasi penyaluran dana FLPP berdasarkan provinsi dengan 5 (lima) capaian sebaran tertinggi yaitu: (1) Jawa Barat sebesar 11.052 unit (29,02%); (2) Banten sebesar 3.511 unit (9,22%); (3) Riau sebesar 2.076 unit (5,45%); (4) Jawa Timur sebesar 2.006 unit (5,27%); dan (5) Kalimantan Barat sebesar 1.675 unit (4,40%) dari realisasi penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan Oktober 2016.