Mengenal Lebih Jauh tentang Sistem e-FLPP

Dalam rangka konsolidasi dan meningkatkan layanan kepada stakeholders, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) senantiasa berupaya memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya dengan membangun sistem e-FLPP. Sistem  e-FLPP adalah bagian dari sistem informasi manajemen PPDPP, dimana sistem ini dibangun untuk mempermudah alur proses permohonan pencairan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Bank Pelaksana.

Untuk saat ini, pengembangan sistem e-FLPP masih sampai tahap proses pengujian data nasabah calon debitur KPR–FLPP, dimana hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar untuk pencairan dana FLPP ke Bank Pelaksana. Ke depan, sistem ini bisa dikembangkan ke tahap pencairan dan pengembalian dana FLPP.

Nostra Tarigan, Direktur Operasi PPDPP mengutarakan sistem e-FLPP dikembangkan untuk memberikan layanan yang lebih baik, lebih cepat, lebih akurat, transparan serta bisa dipertanggungjawabkan. “Sistem ini akan mempermudah pekerjaan dalam melayani stakeholders” ujarnya semangat.

Sistem e-FLPP yang sedang dikembangkan ini tidak terlepas dari adanya keinginan yang besar dari PPDPP dalam meningkatkan pelayanan. Penerapan sistem ini akan menghindari adanya human error dalam pengujian data calon debitur yang telah disampaikan oleh Bank Pelaksana, tertib administrasi, maupun penyalahgunaan data. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan quick wins Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dioperasionalisasikan oleh PPDPP.

Jika sebelumnya batas waktu pencairan dana FLPP maksimal selama 7 hari kerja, maka dengan pemanfaatan sistem e-FLPP diharapkan batas waktu pencairan dana FLPP maksimal selama 5 hari kerja dengan catatan dokumen pencairan sudah diterima lengkap dan benar oleh PPDPP.

Bagaimana sistem e-FLPP bekerja?

Pertama, sistem akan melakukan validasi terhadap kesesuaian format penulisan. Jika ada format yang tidak sesuai, maka sistem akan langsung menolak dan tidak bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya.

Kedua, jika soft copy dokumen pencairan dana FLPP sudah diterima lengkap dan benar oleh PPDPP maka sistem dapat diperintahkan untuk melakukan pengujian data debitur sesuai dengan format yang telah ditetapkan.

Ketiga, sistem akan melakukan pengujian data calon debitur berdasarkan persyaratan kelompok sasaran dan persyaratan pencairan dana FLPP.

Selanjutnya sistem akan memproses data debitur  yang valid untuk dimasukkan ke dalam database utama FLPP. Proses pencairan dana FLPP akan dilakukan berdasarkan rekomendasi output hasil pengujian sistem e-FLPP.

“Saat ini sistem e-FLPP sudah diuji oleh 8 bank pelaksana, dan kami harapkan dapat di-launching pada saat tasyakuran peringatan HUT PPDPP yang akan datang” ujar Nostra optimis. “Kami sangat mengharap saran dan sumbangsih pemikiran dari pihak perbankan” ujarnya tegas.

Pengembangan teknologi informasi lainnya

Selain mengembangkan sistem e-FLPP, Direktorat Operasi juga sedang mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi lainnya untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas di PPDPP.  Untuk memberikan layanan informasi kegiatan PPDPP dan kinerja penyaluran FLPP kepada masyarakat luas, saat ini PPDPP sudah memiliki website yang dapat diakses melalui ppdpp.id.

Disamping itu, PPDPP juga sedang mengembangkan dashboard FLPP, yang nantinya dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat atas penyaluran dana FLPP. Informasi penyaluran FLPP dapat diakses sampai tingkat Kabupaten/Kota, per Bank Pelaksana, per Pengembang, dan seterusnya.

Untuk mempermudah pelaksanaan pemantauan di lapangan, saat ini PPDPP sedang mengembangkan “sistem e-mon FLPP”. Pengembangan sistem ini bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan pemantauan lapangan, merekam data hasil pemantauan lapangan, memonitor tindak lanjut hasil pemantauan sekaligus membangun database hasil pemantauan. Diharapkan sistem ini nantinya juga dapat memfasilitasi proses pengisian data hasil pemantauan dari lapangan.