Menteri Basuki : Generasi Muda Kementerian PUPR Harus Memiliki Kompetensi dan Akhlak Yang Baik

akarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membuka acara “Pembinaan Generasi Muda PUPR Bebas Korupsi dan Bebas Narkoba,” Gelombang Il di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (1/2). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar sebanyak 900 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR angkatan 2005-2015.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekjen PUPR Anita Firmanti, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Rido Matari Ichwan, Dirjen Penyediaan Perumahan Syarif Burhanudin, dan Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Lama Winayanti.

Pada acara tersebut mengundang narasumber dari instansi terkait yakni Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Shinta Dame Simanjuntak, dan Pejabat fungsional Deputi Pecegahan Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Widyanto Eko Nugroho.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya mengatakan, sekarang ini kita menuju ke era kompetisi antar negara yang begitu ketat dan salah satu penopangnya adalah generasi muda. “Generasi muda Kementerian PUPR harus mempersiapkannya diri dengan memiliki kompetensi dan akhlak yang baik ” tuturnya.

Menteri Basuki secara tegas mengingatkan kepada seluruh ASN PUPR untuk menjauhi dari praktek korupsi dan bebas Narkoba.

“Ingat, Narkoba dan korupsi merusak diri sendiri, keluarga dan lingkungan kerja Saudara, yaitu Kementerian PUPR. Tidak ada toleransi bagi pejabat maupun staf yang terbukti sebagai pengguna atau pengedar. Saya berhentikan!” tegas Menteri Basuki.

Dikatakannya, dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, diperlukan pembinaan bagi aparatur PUPR guna menciptakan aparat yang profesional, berintegritas tinggi, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat, bebas dari tindak korupsi dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Budaya Kerja Kementerian PUPR

Menteri Basuki juga berpesan kepada generasi muda PUPR untuk senantiasa memegang budaya kerja di Kementerian PUPR. Pertama, yakni bekerja dengan orientasi pencapaian misi (mission oriented). Mission oriented adalah tidak akan berhenti sebelum pekerjaan selesai. Kedua, adalah meningkatkan kerjasama tim (team work) untuk mewujudkan sinergitas dalam pembangunan infrastruktur dan ketiga, mempunyai kejujuran profesional.

Menteri Basuki menambahkan bahwa setiap pegawai PUPR juga harus kuat, berani dan berjiwa seni. Terakhir Menteri Basuki mengingatkan untuk sukses pintar saja tidak cukup, harus disertai dengan akhlakul karimah. “_Smart is a must but it’s not sufficient_. Akhlakul karimah adalah dimanapun kita berada, membuat orang disekitar merasa aman, nyaman dan bermanfaat orang lain,” pesannya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti dalam laporannya mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental dimana ada 5 gerakan yang sudah ditetapkan yaitu, gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri, dan gerakan Indonesia bersatu.

Acara ini terkait dengan program gerakan Indonesia melayani, karenanya ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain mendapatkan penjelasan mengenai bahaya Narkoba dan pemahaman lebih dalam tentang korupsi dan gratifikasi, seluruh peserta juga diharuskan untuk melakukan tes urine dalam rangka pencegahan penyalahgunaan Narkoba.(*)/ Biro Komunikasi Publik