Pembangunan Rumah Bagi MBR, Efektif di Satu kawasan

Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai bahwa pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sangat efektif jika dilakukan dalam satu kawasan untuk menciptakan hunian berimbang terutama di kota-kota besar. “Lebih efektif dan efisien dalam satu kawasan ketimbang membangun pada lokasi-lokasi yang berbeda,” demikian disampaikan oleh Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas, Nurul Mujahid, seperti yang dimuat Antara.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melaui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah telah memiliki 35 kawasan yang siap bangun untuk dikembangkan bagi pembangunan hunian untuk MBR. Untuk itu kehadiran induk usaha BUMN di bidang perumahan diharapkan dapat mempercepat terwujudnya hunian bagi MBR dalam satu kawasan.

Menurut Bappenas pembangunan dapat dilakukan melalui pemerintah sebagai provider dan pemerintah sebagai enabler. Kalau menempatkan sebagai provider maka pemerintah harus berperan dalam membangun rumah bagi MBR seperti rumah susun sewa. Syaratnya harus di lokasi yang sesuai dengan peruntukkan permukiman serta dapat dilayani oleh sarana pendukung khususnya transportasi. Syarat lainnya harus dapat dilayani oleh infrastruktur seperti air bersih dan listrik.

Sementara itu, Ketua Housing Urban Development (HUD), Zulfi Syarif Koto mengatakan keberadaan induk usaha perumahan diharapkan bisa mendukung dan membangun hunian kawasan untuk MBR. Masalahnya membangunan hunian berimbang tidak dapat dipaksakan kepada pengembang dan swasta. Kebijakan tersebut dapat berjalan melalui pemerintah bekerja sama dengan BUMN.